UMKM Solo Wajib Melek AI, Wawali Astrid Ungkap Cara Teknologi Bikin Usaha Makin Laris dan Naik Kelas

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo dan Soloraya didorong tidak lagi gagap teknologi. Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak pelaku UMKM mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

Dorongan tersebut disampaikan Astrid saat membuka workshop peningkatan kapasitas UMKM yang digelar melalui kerja sama Astra Credit Companies (ACC) Cabang Surakarta dan komunitas Kerabat UMKM Soloraya di Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis.

Menurut Astrid, perkembangan teknologi telah mengubah cara konsumen mencari informasi hingga mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk. Kondisi tersebut membuat UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, kemasan, maupun cita rasa.

Pelaku usaha juga harus menguasai strategi pemasaran digital agar produknya mampu menjangkau konsumen lebih luas.

“Persaingan bisnis UMKM saat ini tidak hanya terbatas pada kualitas kemasan atau rasa produk. Penguasaan strategi pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, hingga pemahaman perilaku konsumen menjadi faktor penentu kemajuan usaha,” kata Astrid.

AI Bisa Jadi ‘Asisten’ UMKM

Astrid menilai AI dapat menjadi alat bantu yang membuat pelaku UMKM bekerja lebih efektif dan efisien.

Teknologi tersebut, menurut dia, bisa dimanfaatkan untuk mencari ide pengembangan produk, menyusun strategi komunikasi pemasaran, membuat konsep konten, menyusun caption media sosial, hingga membantu membaca tren pasar dan karakteristik konsumen.

Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, pelaku UMKM tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk memulai proses kreatif dan menyusun strategi pemasaran.

Namun, Astrid mengingatkan ada satu hal yang tidak boleh hilang ketika UMKM mulai menggunakan AI, yakni identitas produk.

“Jangan sampai penggunaan AI justru menghilangkan identitas produk. Narasi dan cerita di balik produk tetap harus datang dari pelaku UMKM itu sendiri. AI bertindak untuk mengoptimalkan penjangkauan pesannya,” tegasnya.

Jangan Sampai AI Hilangkan Cerita Produk

Menurut Astrid, setiap produk UMKM memiliki cerita dan keunikan yang menjadi pembeda dengan produk lain. Karena itu, kemampuan membangun storytelling menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran.

Produk yang memiliki cerita kuat dinilai lebih mudah membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Teknologi kemudian digunakan untuk membantu menyampaikan cerita tersebut kepada calon pembeli melalui berbagai kanal digital.

“Teknologi harus kita manfaatkan untuk membantu UMKM menjadi lebih kreatif, lebih efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Yang paling penting, identitas dan karakter produk tetap kita pertahankan,” ujarnya.

Astrid berharap pelaku UMKM Solo dan Soloraya tidak memandang perkembangan teknologi sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi harus dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan usaha dan membuka pasar baru.

ACC: UMKM Harus Ikuti Perubahan Perilaku Konsumen

Sementara itu, Branch Manager ACC Cabang Surakarta Tri Anggoro Setiawan mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Tri, potensi UMKM di wilayah Soloraya sangat besar. Namun, perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak beraktivitas di platform digital membuat pelaku usaha harus ikut beradaptasi.

“Kalau dulu orang membeli barang dengan cara-cara konvensional, sekarang dengan adanya digital marketing bisa melalui media sosial maupun internet,” kata Tri.

Ia menilai digital marketing menjadi salah satu kemampuan penting bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.

Apalagi, perkembangan teknologi AI seperti ChatGPT kini semakin mudah diakses dan dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai kebutuhan usaha.

“Sekarang AI dan ChatGPT bisa membantu kita menemukan ide-ide, mendesain produk, ataupun membuat konsep. Sangat-sangat mudah di situ,” ujarnya.

Tri berharap workshop tersebut memberikan pengetahuan praktis bagi pelaku UMKM sehingga mereka mampu mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pengenalan produk.

“Tentunya juga makin dikenal masyarakat luas,” katanya.

Kolaborasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Astrid menambahkan, penguatan kapasitas UMKM tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas usaha untuk membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat.

Menurutnya, kombinasi antara kualitas produk, kreativitas, storytelling, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi modal penting bagi UMKM Solo untuk naik kelas.

Dengan strategi tersebut, UMKM di Solo dan Soloraya diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.