SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan saat ini progres pengerjaan Waterpark Tirtamas Jebres telah melebihi 50 persen. Sesuai janji kontraktor waterpark PT Artha Tirta Mulia, proyek ini akan selesai setelah lebaran tahun ini.
“Wis mulai pasang-pasang. Kemaren janjine sih setelah lebaran. Woo sudah lebih dari 50 persen progresnya,” beber Gibran, Kamis (2/2/2023).
Proyek ini sebelumnya pernah kena semprot Gibran lantaran mangkark selama dua tahun. saat itu ia meninjau proyek waterpark ini pada bulan Mei 2022 bersama sejumlah kepala dinas terkait. Kini Gibran menyebut alasan mengapa proyek ini begitu lama belum juga kelar lantaran adanya masalah cash flow. Sebagai informasi cash flow adalah pengukuran jumlah uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis Anda dalam periode waktu tertentu.
“Heem, ndak apa-apa, rampung rampung. Makane itu segera dirampungke. Karena yang bikin lama masalah cash flow,” katanya tanpa memperjelas cash flow ini.
Gibran yakin proyek yang masuk pembangunan masa kepemimpinan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo ini bisa rampung.
“Kalau masalah investor? Investor e itu, dia memang sudah punya banyak waterpark seluruh Indonesia. Nanti ditunggu wae, dadi dadi ya, tenang wae. Nanti ada kolam renang kabeh,” tukasnya.
Waterpark Tirtamas Pakai Lahan 3,9 Hektare
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkot Solo, Budi Murtopo mengatakan proyek ini menggunakan lahan seluas 3,9 hektare. Dengan jalinan kerjasama 30 tahun terhitung sejak 2020.
“Totalnya tu kan HP 16 ada 7 hektare sekian. Tapi yang kita kerjasamakan cuma 3,9 hektare. Yang sebelah utara dekat RSJ, yang separuhnya masih hutan itu. Lalu sisi utaranya rusun,” jelasnya.
Budi menuturkan proyek Waterpark Tirtamas sempat terhenti saat pandemi Covid-19 melanda.
“Ya karena Covid. Ketika kemarin waktu pandemi semua tempat wisata tutup. Jadi akhirnya agak terganggu. Alhasil dia sementara minta izin waktu itu belum bisa membangun, tapi sekarang sudah lanjuit lagi,” terangnya.
Wahana baru Kota Solo ini menelan anggaran hingga Rp 70 miliar.
“Kalau dulu sih rencana Rp 70 miliar, totalnya kalau sudah selesai semua. Tapi kan sekarang saya belum ngecek ya yang sudah terbangun berapa,” pungkasnya.







