SOLO, MettaNEWS – Keraton Surakarta melarang masyarakat untuk memberikan pakan ke kerbau albino atau kebo bule terhitung sejak Jumat, (22/7/2022). Seperti diketahui sebelumnya terdapat satu kerbau yang mati akibat terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Terlebih Dinas Ketanahan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Solo menyatakan adanya kemungkinan virus PMK yang terbawa oleh mansia. Melihat hal ini, pihak Keraton Surakata melakukan antisipasi dengan isolasi dan pelarangan kerbau untuk kontak dengan masyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua Pengelola Alun-alun Selatan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani usai melakukan vaksinasi pada kerbau di Sitinggil Selatan, Sabtu (23/7/2022).
“Kemarin sudah kita kasih pengumuman untuk tidak menjual kangkung, masih ada satu (pedagang) karena waktu kita kasih pengumuman itu dia nggak ada tadi sudah kita kasih tahu juga sudah membuat MMT untuk dipasangkan ke pagar-pagar, supaya pengunjung tidak mendekat dan kasih makan,” beber GKR Timoer kepada awak media, Sabtu (23/7/2022).
Pihaknya yang juga merupakan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakata mengurus kerbau-kerbau keturunan Kiai Slamet yang tak hanya berada di Solo.
“Kita masih ngopeni juga yang keturunan ada di Boyolali, pecah-pecah kita titipkan ke upakasa (abdi dalem),” kata GKR Timoer.
Lantaran PMK kerbau Keraton Surakarta tak dilibatkan dalam Kirab Pusaka 1 Sura. Meski terdapat kerbau yang lain, pihaknya menyebut kerbau tersebut tak memungkinkan jadi pengganti.
“Yang di Boyolali tidak bisa dipakai kirab ya kalau kirab isitilahnya pasukan intinya, ini pasukan intinya lagi PMK kecuali kalau sudah di ajari yang lainnya ini kan enggak belum pernah sama sekali ikut kirab itu yang kita khawatirkan,” terangnya.
Meski kerbau bule menjadi ikon dari gelaran Kirab Pusaka 1 Sura, pihaknya menyayangkan jika harus memaksa kerbau-kerbau tersebut untuk kirab.
“Belum tahu kalau saya sebagai ketua pengelola Alun-alun Selatan tidak akan fokus pada ikon itu karena kan ini riskan sekali, eman kalau sampai jatuh sakit kemudian meninggal kita lebih fokus ke pemulihan dan kesehatannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Eko Nugroho mengatakan agar daya tahan tubuh kerbau kuat, pengelola perlu memperhatikan kualitas pangan.
“Untuk menghindari persebaran PMK yang penting makanannya bagus daya tahan tubuhnya nanti baik dan lebih tahan dari virus,” kata Eko kepada MettaNEWS, Jumat (22/7/2022).
Selain itu, dalam masa pemulihan pihaknya mewanti-wanti pengelola agar selalu menjaga kebersihan kandang.
“Pakan ternak sapi kambing kerbau yang penting kualitas pakan hijau-hijauan dan kebersihan kandang untuk menghindari PMK,” tutupnya.







