Penjajakan kerja sama tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Kampus 1 UTP Surakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan dihadiri Rektor UTP Surakarta Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si., Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Suswadi, M.Si., serta sejumlah dosen praktisi dan dosen Fakultas Pertanian UTP.
Sementara itu, PT Eagle High Plantations diwakili Head Human Capital Business Partner dan Industrial Relation, Efendi Dolok Saribu, S.Pd., S.E., S.H., M.H., Human Capital Business Partner Robby Cahyana, S.Psi., serta Head People & Organization Development Ferry Nataatmaja, S.Psi.
Pertemuan diawali dengan diskusi dan pemaparan mengenai peluang pengembangan pendidikan serta pelatihan profesi yang sesuai dengan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit. Salah satu fokus pembahasan adalah penyiapan tenaga kerja, khususnya mandor perkebunan, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai standar operasional di lapangan.
Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si., mengatakan penjajakan tersebut menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“UTP Surakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penjajakan pendirian lembaga diklat profesi mandor perkebunan kelapa sawit ini menjadi peluang untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan. Kami berharap sinergi dengan PT Eagle High Plantations dapat berkembang menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor perkebunan,” ujar Winarti.
Setelah diskusi, rombongan PT Eagle High Plantations juga melakukan peninjauan fasilitas kampus dengan mengunjungi sejumlah ruangan serta melihat langsung lingkungan Kampus 1 dan Kampus 2 UTP Surakarta.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari proses penjajakan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana yang berpotensi mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi mandor perkebunan kelapa sawit.
Head Human Capital Business Partner dan Industrial Relation PT Eagle High Plantations, Efendi Dolok Saribu, menyampaikan kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan salah satu peluang untuk mengembangkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Melalui penjajakan ini, kami melihat adanya peluang untuk membangun sinergi dengan UTP Surakarta dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan operasional perkebunan kelapa sawit. Harapannya, rencana pendirian lembaga diklat profesi ini dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih teknis, sehingga program pelatihan yang dikembangkan nantinya benar-benar relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Efendi.
Penjajakan ini menjadi tahap awal bagi kedua pihak untuk mengeksplorasi peluang kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi dan pelatihan profesi. Pembahasan selanjutnya diharapkan dapat mematangkan konsep pendirian lembaga, kebutuhan kompetensi, hingga dukungan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Melalui rencana tersebut, UTP Surakarta berupaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia industri. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang peningkatan kualitas SDM perkebunan kelapa sawit agar lebih kompeten, profesional, dan siap memenuhi kebutuhan dunia kerja.








