SOLO, MettaNEWS – Ketua Eksekutif Lembaga Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi membeberkan usai bertemunya SISKS Paku Buwono XIII dengan GKR Wandansari atau Gusti Moeng pada Selasa (3/1/2023), pekerjaan pertama yang akan dilakukan yakni merevitalisasi Keraton Surakarta.
“Dijelaskan bahwa PR yang paling dekat mas Gibran pengin ketemu Sinuhun dan Gusti Moeng terkait dengan keinginan untuk merenovasi keraton nanti monggo kita laksanakan bersama-sama,” beber Kanjeng Eddy kepada MettaNEWS, Selasa (3/1/2023).
Suami dari Gusti Moeng itu mengatakan antara PB XIII dengan Gusti Moeng sepakat akan memenuhi undangan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyoal revitalisasi Keraton Surakarta.
“Ini PR terdekat memenuhi undangan pak Wali untuk membahas tentang itu, tadi sudah disampaikan oleh Gusti Moeng beliau juga tidak keberatan untuk itu (revitalisasi) yang penting kita bicara tentang perubahannya seperti apa dan seterusnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pekerjaan yang lainnya yakni Gusti Moeng akan ikut serta menyiapkan Jumenengan sang kakak, PB XIII pada 16 Februari 2023.
“Masalah peringatan jumenengan PB XIII tahun 2023 kalau nggak salah tanggal 16 Februari disampaikan tugas saya (Gusti Moeng-red) adalah menyiapkan seluruhnya nanti Sinuwun tinggal lenggah (duduk-red) tidak usah mikir apa-apa, beliau manthuk-manthuk (mengangguk-angguk-red) dan bisa mengerti,” bebernya.
Menyoal konflik internal yang membayangi keduanya, Kanjeng Eddy mengatakannya pertemuan ini menjadi awal berbenah.
“Yang lalu sudah biar berlalu sekarang marilah kita lihat masa depan mulai hari ini dan seterusnya,” ujarnya.
Selain itu, usai pertemuan ini Museum Keraton Surakarta kabarnya akan kembali dibuka. Juga dengan akan difungsikannya tempat-tempat yang sebelumnya kosong di Keraton Surakarta.
“Saya rasa begitu, sesegera mungkin (dibuka),” katanya singkat.
Disinggung apakah setelah ini Gusti Moeng akan kembali ke Keputren. Kanjeng Eddy menuturkan pihaknya tidak bisa memberikan jawaban pasti.
“Kalau itu jika ya (kembali) juga tidak masalah tetapi Gusti juga punya rumah di luar, tapi kalau yang lain-lain mestinya fungsikan kembali seperti seharusnya, abdi dalem putri ada di sana biar bersih terawat. Terus ini kan Living Haritage kalau nanti dikosongin kan kemudian tidak akan menjadi Living Haritage lagi, kita upayakan kembalikan seperti yang seharusnya,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KP Dani mengatakan pihak Sinuhun tak mempermasalahkan jika Keraton Surakarta akan direvitalisasi dengan bantuan Pemerintah Kota Solo.
”Masalah pembangunan tidak ada massalah ke situ dan Sinuhun juga apsti mengiyakan. Beberapa kali Sinuhun mempersilakan untuk menata dan membangun kawasan keraton dan bangunan keraton,” ujarnya.
Pertemuan dua keturunan PB XII ini digelar di Sasana Narendra Keraton Surakarta sekira pukul 15.30 WIB. Pertemuan ini dihadiri GKR Paku Buwono XIII, Putra Mahkota KGPH Purbaya dan KRAy Hernantie Sriana Munasi. Usai pertemuan kedua kubu yang sempat berseteru ini berfoto bersama. Foto ini pun jadi foto pertama usai bertahun-tahun konflik dua kubu memanas.









