Liburan ke Candi Prambanan, Gibran Laporkan Perdamaian Keraton Surakarta ke Presiden Jokowi

oleh
oleh
Keraton
SISKS Paku Buwono XIII, Prameswari Dalem GKR Paku Boewono, Putra Mahkota KGPAA Purbaya, KGPH Dipokusumo dan Ketua LDA GKR Wandansari atau Gusti Moeng usai makan bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming di Loji Gandrung, Rabu (4/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Saat liburan bareng keluarga ke Candi Prambanan Yogyakarta, Sabtu (7/1/2023) Wali Kota Solo Gibran Rakabuming melaporkan update terbaru kondisi Keraton Surakarta pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketika ditanya wartawan bagaimana tanggapan Presiden Jokowi, Gibran menjawab singkat.

“Tanggapannya siipp, gitu aja,” canda Gibran ketika ditemui di Balai Kota Solo, Senin (9/1/2023).

Gibran melanjutkan, Presiden Jokowi banyak memberi masukan perihal Keraton Surakarta.

“Masukan dari Presiden salah satunya dulu pernah didamaikan, ada hitam di atas putih. Makanya yang sekarang tidak ada hitam di atas putih. Ya ini gentlement agreement saja,” tegas Gibran.

Putra sulung Presiden Jokowi ini melanjutkan pihaknya memegang komitmen perdamaian dari kedua kubu yang sebelumnya berseteru tersebut.

“Kalau komitmen tetap dipegang ya saya teruskan, kalau tidak ya saya di Mangkunegaran saja. Sejauh ini aman kok ya, tenang saja. Kemarin beliau (Presiden) memperingatkan itu, sudah pernah terjadi seperti itu,” ungkap Gibran.

Menurut Gibran inti dari usaha Pemerintah yang ingin membantu tidak ada sangkut pautnya dengan aset.

“Ya intinya itukan bukan aset kami. Nanti ketika sudah dibangun itu menjadi milik beliau-beliau. Intinya kalau Mangkunegaran itu kita enak. Mau komunikasi soal memanfaatkan aset, memanfaatkan tempatnya untuk event-event terus kita promosi bareng-bareng itu penak. Kita ingin skema yang seperti itu,” ungkap suami Selvi Ananda ini.

Gibran mengaku kesulitan bila urusan revitalisasi Keraton Surakarta komunikasinya tidak lewat satu pintu.

“Komunikasi tidak sulit tapi harus melibatkan banyak orang, banyak pintu. Kayak kemarin berita mendamaikan sudah keluar ada yang komen kok ini ga diajak, itu ga diajak. Harus laporan ini itu, ada yang separti itu. Lha wong Sinuhun aja udah oke kok,” tandasnya.

Ayah Jan Ethes dan La Lembah ini mengungkapkan siap berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan memajukan Keraton Surakarta.

“Kalau saya seh sudah ngajak semua tapi ya kalau diminta muter siji-siji (mendatangi satu persatu) waktuku entek (habis). Satu pintu saja setuju tidak, Sinuhun, keluarga setuju tidak. Kalau saya disuruh sowan kemana-mana ya waktuku habis. Malah aku kudu sing muter. Wis muter golek duit isik kon muter meneh (sudah pusing cari dana masih disuruh sowan kemana-mana). Tapi sejauh ini aman kok, kooperatif,” kata Gibran.

Namun, Gibran merasa revitalisasi Keraton Surakarta akan berjalan lancar.

“Ya Bapak (Presiden Jokowi) mengingatkan untuk hati-hati. Tapi saya yakin semua akan lancar. Ini tinggal nunggu pendanaan, master plan itu saja. Diskusi dengan Gusti Moeng dan keluarga infonya sudah ada masterplan dari UGM. Tapi belum saya pelajari secara detail. Intinya kalau masterplan semua juga harus setuju. Seperti Mangkunegaran bikin masterplan kita tinggal eksekusi saja,” papar Gibran.

Mengenai pembentukan tim kecil revitalisasi keraton Gibran menyebut semua keluarga yang hadir makan siang di Loji Gandrung sudah termasuk tim kecil.

“Dari eksternal? Ya nanti dari akademisi kita carikan. Kalau budayawan kan gusti-gusti itu budayawan. Dibuat seperti Mangkunegaran kemarin, jadi sebelum ada masterplan ngumpulin foto-foto lama dulu. Kita ingin lihat dulu bentuk aslinya gimana. Jadi kita udah ada bayangan, tolok ukur seperti apa, nanti akan kita pelajari,” pungkasnya.