SOLO, MettaNEWS – Pertumbuhan koperasi di Jawa Tengah saat ini menunjukkan hal yang positif. Dimana kontribusi UKM untuk menopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah cukup tinggi.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (Dinkop UMKM) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati.
Ia mengatakan pada 2019, kontribusi UKM untuk dana PDRB sebesae 10 persen, kemudian pada 2020 hanya 11 persen, sedangkan 2021 saat puncak pandemi malah naik menjadi 37 persen.
“Jadi naiknya malah tinggi sekali. Jadi malah selama pandemi, yang menopang pertumbuhan ekonomi ya paling besar ya usaha mikro kecil,” kata Ema usai menghadiri Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo, Kamis (25/8/2022).
Kendati demikian, Ema menyebut bahwa digitalisasi Koperasi UKM di Jawa Tengah masih sangat tertinggal. Menurutnya, digitalisasi masih menjadi PR besar.
“Di Jawa Tengah itu, dari 26 juta masyarakat Jawa Tengah yang menggunakan internet, itu baru 5,87 persen yang dugunakan untuk bisnis. Nah, dari 5,87 persen itu atau 1,5 juta orang yang berbisnis itu, yang nenggunakan e-commerce itu hanya 21 persen, sekarang naik jadi 25 persen,” paparnya.
Dikesempatan yang sama Ketua Pengurus Komindo Sejahtera, Imlahyudin mengatakan percepatan tersebut perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait, maupun swasta.
“Kami akan lakukan pelatihan kemudian pendampingan setelah pendampingan itu nanti perizinan. Nah setelah itu baru kita bikin akses pemasaran digital,” ungkapnya.
Dengan begitu UMKM dapat terstruktur dan dapat mencatat semua dalam pembukuan.
“karena kami siapkan mentoring-mentoring yang tadi sudah kerjasama itu,” katanya.








