SOLO, MettaNEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerawitan Wening Jati turut memeriahkan puncak Dies Natalis ke-33 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta dengan menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional. Acara yang berlangsung pada Jumat (12/9/2025) tersebut menghadirkan Gending Pepiling serta pagelaran Wayang Kulit lakon “Pandhawa Syukur”, yang berhasil memikat perhatian penonton.
Tak hanya itu, UKM Wening Jati juga menyuguhkan beberapa tembang khas, antara lain Ladrang Wilujeng, Mars UIN, Syubbanul Wathan, Kebo Giro, Manyar Sewu, dan Gangsaran 2. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UIN Surakarta dalam melestarikan budaya lokal, khususnya seni kerawitan dan pedalangan.
UKM Wening Jati merupakan wadah mahasiswa pecinta seni tradisi yang aktif menghidupkan kembali kebudayaan Jawa melalui gamelan, wayang, dalang, sinden, pranatacara, hingga tradisi busana seperti blangkon, jarik, dan lurik. Pada kesempatan ini, mereka juga berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan UIN Surakarta membawakan tembang Pepiling, menampilkan harmonisasi antara generasi muda dan kalangan paruh baya dalam upaya ngopeni budaya.
Pembina UKM Wening Jati, Dr. Kholis Firmansyah, menyampaikan bahwa keberadaan UKM ini menjadi sarana mahasiswa untuk menyalurkan hobi sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui seni.
“Selama ini, kami berlatih dan bergabung dengan UKM Wening Jati sebagai sarana mendalami kebudayaan Jawa. Meski dengan peralatan sederhana, kami berusaha menjaga kebudayaan di wilayah eks-Karesidenan Surakarta, khususnya Kabupaten Sukoharjo. Bagi kami, ini juga menjadi cara mengungkapkan isi jiwa dalam berseni dan semakin dekat kepada Illahi,” ujarnya.
Penampilan UKM Kerawitan Wening Jati di momen Dies Natalis ke-33 UIN Surakarta tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menegaskan peran mahasiswa sebagai generasi penerus dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia.







