Uang Celengan Daftar Haji Rp 50 Juta Dimakan Rayap, Samin Datangi Bank Indonesia Harapkan Solusi

oleh
oleh
Petugas dari Bank Indonesia mengukur uang rusak yang dimakan rayap milik Samin | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Penjaga sekolah SD Loji Wetan Solo, Samin dan istrinya, Sri Kadarwati mendatangi kantor Bank Indonesia Solo, Selasa (14/9/2022) untuk mencari solusi uangnya di celengan yang dimakan rayap. 

Samin dan Sri Kadarwati menyimpan uang di dalam dua celengan plastik. Masing-masing celengan tersebut berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribuan yang totalnya berjumlah Rp 100 juta. 

Keduanya sangat terkejut saat Sri Kadarwati membuka celengan warna hijau, uang Rp 50 juta di dalam celengan tersebut rusak menjadi serpihan karena dimakan rayap. 

Hingga akhirnya hanya beberapa lembar yang meskipun rusak masih bisa diselamatkan dan dibawa ke Bank Indonesia untuk memperoleh informa

Kepala Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo mengecek luasan uang rusak dimakan rayap

Samin dan istrinya ditemui oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo bersama tim bertempat di Griya Krida Laksana Bank Indonesia Solo dan membawa alat ukur uang manual dan mesin.

“Jadi yang diganti uang rusak, bukan hilang. Ini kasusnya ada yang rusak tapi ada yang hilang dimakan rayap. Kalau rusak dimakan rayap masih bisa diganti,” jelas Joko.

Joko mengungkapkan syarat uang rusak yang bisa diganti minimal ⅔ dari luasnya uang. 

“Ini ada beberapa yang rusak, nanti kalau bisa ⅔ akan diganti dengan uang baru. Bisa diganti dengan uang cetakan seri baru atau seri sebelumnya,” tutur Joko. 

Pada pertemuan tersebut juga dilakukan pengecekan uang rusak milik Samin melalui mesin pengukur uang rusak dan secara manual menggunakan alat Falsiscope.  

“Ini akan dicontohkan menyusunnya sehingga bisa dilanjutkan pak Samin. Baru kita ukur dan kita hitung. Mengapa tidak bisa dilakukan saat ini? Karena ini pasti akan ada selisih dari yang dulu dicemplungkan dalam celengan dan jadinya berapa. Sehingga yang bersangkutan sendiri yang bisa memastikan sisanya berapa. Kalau ada selisih istilahnya tidak ada dispute. Kok ketemunya cuma 10 juta padahal dulu 100 juta. Untuk menghindari dispute yang sudah disusun dibawa ke BI kemudian kita ukur baru bisa ditukar yang baru,” papar Joko. 

Joko menyebut selama ia menjabat ini menjadi kasus uang rusak dengan nominal paling besar yang ia temui. 

“Ini menjadi pembelajaran kita semua untuk menyimpan uang dengan hati-hati dan lebih baik disimpan di bank untuk mengurangi resiko seperti ini,” tegas Joko. 

Dengan lesu, Samin dan istrinya menata serpihan uang puluhan dan ratusan ribu dan berusaha menata sisa-sisa uang yang rusak. 

“Ya ini diminta nambal-nambal yang rusak, agak sulit bagi saya tapi memang sudah resiko ya saya terima saja,” kata Samin.

Samin mengaku, keluarganya mendapat pelajaran besar dari kejadian ini. 

“Pelajaran kedepan insyaallah ini menjadi pengalaman keluarga saya terutama dan semua warga Indonesia jangan menabung di tempat seperti saya, akhirnya ya kayak begini,” sesalnya.

Dengan kejadian yang tidak disangka ini, lanjut Samin pihaknya akan melanjutkan menabung untuk berangkat haji. 

“Iya langsung saya tabung ke bank, tidak pakai celengan lagi. Insyaallah, gak mungkin saya mau nambal satu satu. Insyaallah lillahitaala, Allah akan mengganti yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.