Tumurun Museum Pamerkan Lukisan Karya Raden Saleh yang Langka

oleh

SOLO, MettaNEWS – Tiga puluh lukisan bertajuk Rayuan Pulau Kelapa tengah dipamerkan Tumurun Museum Private di Jalan Kebangkitan Nasional, Sriwedari, Solo.  Lukisan yang berisi serangkaian kisah menarik tentang indahnya Nusantara itu dipamerkan mulai dari 8 Oktober 2022 hingga 8 April 2023 mendatang.

Beragam goresan lukisan karya para perupa Hindia Belanda maupun perupa modern Indonesia dipajang. Salah satunya adalah ‘Kapal Karam Dilanda Badai’ (1840) karya Raden Saleh yang merupakan pengalaman pribadinya saat melakukan perjalanan berbulan-bulan lamanya dengan naik kapal dari Indonesia ke Eropa.

Hendra Himawan selaku kurator pameran ini mengungkapkan karya Raden Saleh yang dipamerkan berisi kisah British Marine Vessel in Heavy Weather atau kapal yang nyaris karam.

“Karya Raden Saleh yang kita pamerkan itu adalah salah satu karya ketika ia berada di Inggris Eropa pada era awal. Raden Saleh itu sebagai seorang pelukis dia kan cukup detail dan dokumentatif. Ia pergi kemana, melukis potret siapa, dia pergi ke suatu tempat dan mendokumentasikannya. Jadi karya ini karya yang sifatnya dokumentatif,” tutur Hendra kepada awak media beberapa waktu lalu.

Hendra menceritakan lukisan karya Raden Saleh dibuat dalam beberapa series namun hanya ada dua yang terlacak dan salah satunya dipamerkan di Tumurun Museum. Sedangkan satu lukisan yang telah diretorasi dipamerkan di Singapore Art Museum.

“Alhamdulillah di sini (Tumurun Museum) bisa menampilkan karya yang prima seperti itu. Nah yang lebih detail lagi tentang karya Raden Saleh yang cenderung style atau gayanya yang panoramik sangat naturalis. Gambarkan apa adanya tapi perasaannya dimunculkan kedalam lukisan,” terang Hendra.

Hendra yang ikut menemani pemimpin Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X menjelaskan tiap lukisan demi lukisan Rayuan Pulau Kelapa mengatakan lukisan Raden Saleh memiliki karakter yang berbeda dengan lukisan lain.

“Makanya kemudian tadi Gusti MN X matur bahwa lukisan Raden Saleh seperti sinematik. Karakter sinematik itu sebenarnya karakter romantisme dengan cahaya, perasaan emosinya dimunculkan seperti itu. Itulah menjadi kekuatan dari karyanya Raden Saleh seperti itu,” kata Hendra.

Ada pula karya-karya dari pelukis terkenal lainnya, seperti Affandi, Arie Smit, Basuki Abdullah, Kartono Yudhokusumo, Leo Eland, Mochtar Apin, Mori Kinsen, R. M. Pirngadie, dan Sudjojono. Rata-rata karya tersebut berasal dari tahun 1800-an hingga 1900-an.

Gratis dan terbuka untuk umum, pengunjung wajib melakukan registrasi sebelum kedatangan di tumurunmuseum.org atau lewat tautan yang tercantum dalam akun Instagram @tumurunprivatemuseum. Jadwal kunjungan tiap Selasa-Minggu dengan empat pilihan sesi waktu, yakni pukul 10:00, 11:00, 13:00, dan 14:00