SOLO, MettaNEWS – Pimpinan Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X menghadiri pameran bertajuk Rayuan Pulau Kelapa di Tumurun Museum Private, Laweyan, Solo. MN X yang datang untuk menjalin kerjasama itu merasa takjub dengan 30 lukisan yang dipamerkan hingga 8 April 2023 itu.
MN X menilai goresan lukisan dalam pameran Rayuan Pulau Kelapa sangat luar biasa. Menurutnya setiap lukisan memiliki narasi yang sangat kuat untuk menggambarkan perjalanan kesenian khususnya seni lukis Indonesia.
“Lukisan yang disuguhkan punya impact yang sangat besar untuk kesenian di Indonesia dan juga di dunia kesenian bahkan diperjalanan bangsa. Bagaimana koleksi-koleksi Rayuan Pulau Kelapan ini sangat luar biasa,” kata MN X.
Dikatakan MN X narasi yang dibangun setiap lukisan mampu dijelaskan dengan baik oleh Hendra Himawan selaku kurator seni. MN X pun mengaku terkesan saat melihat pemeran tersebut. Pun baginya pameran ini sangat menarik dan bisa menjadi pengalaman yang luar biasa baginya.
MN X pun kembali mengingat-ingat awal mula kerjasama Tumurun Museum dengan Pura Mangkunegaran. Ia menyebut kerjasama ini berawal dari sebuah obrolan yang terjadi empat bulan lalu. Di mana ia memperoleh undangan dari pemilik Tumurun Museum, Iwan Lukminto untuk berkunjung.
“Kami sempat berkunjung kesini dari undangan keluarga dari Temurun dan dari situ kami memiliki semangat yang sama ya bagaimana kita bisa memperkenalkan sejarah kebudayaan dan tidak hanya berhenti di situ saja tapi bagaimana dilestarikan dan bisa dimengerti dan dinikmati oleh masyarakat luas,” jelas MN X.
Dalam obrolan itu MN X merasa miliki semangat yang sama dengan Tumurun Museum. Ia pun berharap kedepannya kerjasama tersebut dapat membawa dampak yang lebih baik untuk masyarakat luas.
Terlebih tujuan dari jalinan kerjasama ini ialah Mangkunegaran ingin berperan memberikan pesan dan pengetahuan sejarah bagi kawula muda.
“Tentu sebagai salah satu kebudayaan Jawa saat ini kami mempunyai visi yang setiap waktu terus kami jalankan sesuai amanah untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan itu. Dan bagaimana bisa terus kami kembangkan dan tentunya tidak terlepas juga dari peran generasi muda kedepannya,” katanya.
Menurutnya kebudayaan harus turun temurun dari generasi ke generasi agar tetap bisa lestari dan berkembang. Baginya pemeran Rayuan Pulau Kelapa menjadi salah satu cara yang tepat untuk mengemas sejarah.
“Kebetulan karena saya juga masih muda, saya ingin terus berinovasi dalam kebudayaan di era modern agar bisa berkembang. Pameran ini salah satu contoh yang sangat baik dalam mengemas sejarah, mengemas kebudayaan yang kemudian di kenalkan lagi ke masyarakat,” pungkas MN X.








