SOLO, Metta NEWS – Untuk menjadi negara maju selayaknya yang tercantum pada visi Indonesia di tahun 2045 kelak, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan siap bersaing di level internasional.
Menjembatani hal tersebut, Unisri melakukan penandatanganan kerja sama program internship (magang) dengan PT Shinzou Panca Indonesia dan Enji Ltd. Penandatanganan disaksikan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Slamet Riyadi Sularno, Rektor Unisri Surakarta Prof. Sutardi, Wakil Rektor Dr Rispantyo beserta dosen dan mahasiswa peserta internship.
Menurut Dekan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Dr Dewi Ratna Nurhayati, permasalahan bangsa dan peluang kerja yang akan datang tidak akan lagi bertumpu pada sumber daya alam, tetapi pada kemampuan manusianya dalam bekerja.
Dewi menyebut Fakultas Pertanian Unisri mempersiapkan persyaratan hingga penentuan mitra penerima mahasiswa internship di Jepang. Program internship tersebut telah dipersiapkan dengan sosialisasi bersama beberapa mitra penyelenggara internship ke Jepang.
“Salah satu kunci dalam mengatur kinerja perguruan tinggi ialah melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan melalui dana hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM),” tutur Dr Dewi Ratna Nurhayati.
Dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 1,2, 6 tersebut, menurutnya lulusan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak serta mahasiswa dapat memperoleh pengalaman di luar kampus dan Program Studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia.
“Ini penting, sebab para mahasiswa akan mendapat pengalaman sesuai bidang kompetensinya, bidang pertanian maupun budaya di Jepang, meningkatkan wawasan, berkesempatan mendapatkan pekerjaan, dan memperoleh uang saku,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 17 mahasiswa kandidat internship mengikuti pelatihan. Keberangkatan internship tersebut akan dilaksanakan Desember 2022.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Slamet Riyadi, Sularno mengatakan dalam suasana terbuka seperti sekarang ini, sangat memungkinkan perguruan tinggi bekerja sama dengan pihak luar negeri.
“Karena itu, perguruan tinggi harus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di level global selain lokal,” kata Sularno, saat pelatihan internship bagi para kandidat.







