Tingkatkan Kapasitas Relawan, PMI Solo Gelar Latihan Gabungan

oleh
oleh
Pelatihan PMI
Peningkatan kapasitas relawan PMI Solo gelar pelatihan gabungan

SOLO, MettaNEWS – Meningkatkan kapasitas dan skill relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta atau PMI Solo adakan latihan gabungan yang diikuti oleh 80 relawan yang bertempat di Politeknik AKBARA, Kamis (9/6/2022).

Kepala Markas PMI Solo, Budi Purwanto menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan yang aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan di PMI Solo. 

“Peserta pelatihan terdiri dari perwakilan Korps Sukarela (KSR) unit universitas, perguruan tinggi dan politeknik di Kota Surakarta dan juga perwakilan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) perwakilan dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Solo,” terang Budi.

Kegiatan digelar selama tiga hari, hari pertama materi ruang di Kampus Politeknik AKBARA, dan hari kedua serta ketiga di Villa Alamanda Tawangmangu Karanganyar. 

“Latihan gabungan ini akan banyak membahas pelatihan pertolongan pertama, dapur umum, vertical, evakuasi korban, manajemen posko dan ambulans,” tambahnya.

Budi menjelaskan pada hari kedua ada simulasi guna melihat kesiapan dan keberhasilan latihan bersama. 

“Agar dalam penugasan nanti tak ada kesalahan dan dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan humanis,” tandasnya.

Salah satu relawan peserta pelatihan Hartanto, mengatakan dengan latihan bersama menjadi sarana share knowledge dan teknik-teknik yang diperlukan dalam tugas kemanusiaan.

“Pelatihan ini sangat-sangat kami nantikan, karena pentingnya materi sebagai bekal kami dalam bertugas, dari kesekian materi manajemen posko yang sangat penting untuk para relawan,” ujarnya.

Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto  menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya fokus pada peningkatan kapasitas saja melalui materi dari fasilitator yang kompeten, tetapi momen untuk koordinasi dan juga silaturahmi keluarga besar PMI.

“Faktor keselamatan penolong juga tak kalah penting kami tekankan pada pertemuan ini, sehingga dalam bertugas bukan hanya fokus pada yang kita tolong tetapi safety dari relawan atau petugas juga sangat diperhitungkan,” tegasnya.

Seiring meningkatnya kapasitas sumber daya pada relawan, lanjut Martono setelah kegiatan ini diharapkan dapat secara cepat merespon laporan atau aduan masyarakat yang membutuhkan bantuan baik secara sosial, media atau penanganan bencana di lingkungan sekitar.