SOLO, MettaNEWS – Terry Palmer Seri 3 Liga Tenis Meja Indonesia di Solo telah usai pada minggu (15/1/2023) kemarin. Hasil grand final liga tersebut mengukir dua gelar juara bagi PTM STONI Jakarta itu adalah di nomer beregu putra dan tunggal putra Intar Master.
Selanjutnya pada nomer beregu, putra PTM Stoni asuhan pelatih Gilang Maulana sekaligus merangkap sebagai pemain itu, sukses mengalahkan PTM Sukamara Thaisand yang juga memiliki pemain nasional Luki Purkani dengan skor 3-0.
Satu gelar PTM STONI berada di nomer tunggal putra kategori antar master melalui pemain andalanya Bima Abdi Negara.
Laga pamungkas itu Bima mengalahkan Luki Purkani dari Sukamara Thaisand dengan skor ketat 3-2. Luki pemain kidal berpostur kekar itu sempat merebut dua set awal 2-0, sebelum bima bangkit menyamakan kedudukan 2-2. Bahkan pada set kelima luki sempat leading jauh 7-3 (8-4).
Namun ia gagal mempertahankan score dan akhirnya Luki Purkani tetap saja kalah dengan skor ketat 9-11, dan harus puas berada di posisi runner up.
Luki Purkani mengakui jika laga berjalan berimbang dan itu terbukti dengan skor yang sangat ketat.
“Saya rasa kita seimbang, tapi memang pengalaman dia (Bima) menang lebih dan kami kurang beruntung saja,” ujar Luki, Minggu (15/01/2023).
Sementara itu pelatih sekaligus pemain PTM STONI Jakarta Gilang Maulana mengaku bangga dapat meraih dua gelar juara dalam Liga tenis meja tersebut.
“Bangga lah, apalagi Gilang juga merangkap sebagai pemain. Ini berkah dari Allah SWT. dan kekompakan tim juga pastinya karena ini pertandingan beregu. Jadi kita harus solid dan kompak. Alhamdulilah,” ujar Gilang.
Terry Palmer Seri 3, Kemenangan Telak Tim Putri Morning Whistle
Terry Palmer Seri 3 Liga Tenis Meja Indonesia pada Tim putri PTM Morning Whistle Surabaya juga meraih dua gelar juara melalui nomer beregu putri dan tunggal putri antar master.
Moring Whistle menang telak 3-0 atas PTM Sukun Kudus dalam laga grand final.
Sedangkan satu gelar lagi melalui nomer tunggal Inter Master putri yang diraih pemain andalannya Rina Sintya. Setelah di babak final antar master mengalahkan Wida dari PTM IPC dengan skor 3-0.
Pelatih Morning Whistle Yopy Warsono mengaku, tingkat persaingan dalam Liga Tenis Meja masih mendominasi klub besar termasuk Morning Whistle yang banyak memiliki pemain nasional.
“Ini momentum bagus bagi para atlet dari berbagai klub untuk unjuk kebolehan dalam liga tenis meja Indonesia. Semoga liga dapat terus berlanjut untuk memberikan wadah bagi para atlet. Semoga pula dualisme kepengurusan di tubuh PTMSI segera berakhir,”ujar Yopy.
Penggagas Liga Tenis independen ini, Singgih Yehezkiel berjanji akan tetap mengagendakan Event serupa pada tahun kedua pada 2023 ini. Hal itu agar para pemain tetap bisa menunjukan eksistensinya sebagai pemain profesional.
” Kami sudah merancang agar tahun 2023 ini liga tenis meja dapat kembali bergulir di berbagai kota dengan hadiah yang jauh lebih besar. Mohon doanya. Semoga ada sponsor yang bisa memberikan hadiah berlipat-lipat bahkan saya optimis hadiahnya bisa menyentuh miliar, ” ujar Singgih Yehezkiel
Tidak saja menjajikan hadiah, Singgih juga berencana menghadirkan pemain asing, minimal satu pemain untuk satu klub agar persaingan semakin ketat dan atlet Indonesia jauh lebih berkembang.








