SOLO, MettaNEWS – Perhelatan Liga Tenis Meja Indonesia Terry Palmer Seri 3 mulai berlangsung hari ini Jumat (13/1/2023) di GOR Sritex Arena Solo. Ini merupakan liga pamungkas dari seri liga Tenis Meja Indonesia yang mana terdapat 3 seri setiap tahunnya.
Ketua penanggungjawab Liga Tenis Meja Indonesia Singgih Yeishizkiel mengungkapkan, ini merupakan kali pertama liga bergengsi ini melesat.
“Ini sebuah gebrakan bagi kami, yang mana internal PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) yang kita ketahui terdapat 2 kubu sedang semangat memajukan pertenis mejaan Indonesia,” ungkap Singgih saat pembukaan Liga di GOR Sritex Jumat (13/1/2023).
Sebelumnya telah liga Terry Palmer seri 3 telah memaparkan dari peserta hingga sistem pertandingan yang berlangsung. Dalam perhelatan ini terdapat 10 Komunitas Tenis Meja (KTM) sekala Nasional yang terbagi 9 tim putra dan 7 tim putri.
Antara lain tim putra Stoni, Sukamara Taishan, Sukun Jateng, HM TTC Kaltim, Aif Jakarta, Telkom, SIM TTC Lampung, Arwana Jaya Uno, dan Arwana Jaya. Sedangkan putri ada Sukun Jateng, Morning Whistle, Telkom, Aif Jakarta, Tirta Bagasashi, IPC dan Arwana Jaya.
Lebih lanjut, untuk sistem pertandingan akan ada nomor beregu putra dan putri dan single intermaster.
“Setiap regu ada 5 atlet dari KTM masing-masing. Kemenangan Tim jika 3 pemain berhasil menang dengan lawannya,” jelas Singgih.
Sistem perhitungan adalah best of three, angka kemenangan 11 rally point saat babak penyisihan. Pada babak final, sistem perhitungan yang adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point. Jika terdapat poin seri (10-10), maka pertandingan menambah dua poin lagi.
“Kita akan akumulasi semua poin dari seri 1 di Bandung, seri dua di Jakarta dan pamungkas di Solo. Saya lihat semua atlet siap merebut tiker grand final,” tungkas Singgih
Liga Tenis Meja Indonesia Ajang Tempur Atlet Nasional
Ajang bergengsi Tenis Meja Indonesia Terry Palmer ini menjadi ring tempur antar atlet nasional. Tak jarang dalam tim KTM memliki 2-4 atlet yang telah menjuarai tingkat nasional maupun yang berlaga di kancah internasional.
Salah satu atlet dari KTM Stoni yang telah menjuarai Pon 2015 lalu Gilang Maulana mengungkapkan, ini merupakan ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh pengiat tenis meja. Dari segi kompetisi bersaing yang mencangkup Nasional dan menjadi tujuan baru untuk generasi muda.
“Kita para atlet seperti hidup kembali, dengan tujuan baru ini kita jadi mempunyai alasan belatih dengan giat menuju kompetisi bergengsi seperti Liga Seri ini,” ungkap Gilang Jumat (13/1/2023).
Liga ini menjadi obat yang manjur, yang mana sebelumnya penyelenggaraan event nasional hanya terbuka pada event kejuaraan open.
“Ini juga obat galau bagi atlet, karena perselisihan dua kubu internal yang satu pengen dalam negri dan satunya pingin keluar negri. Membuat atlet harus mengandalkan pertandingan Open. Ya ini gilang berharap bisa terus berlanjut, lebih baik lagi dan menjadi kasta tertinggi yang menjadi tujuan altet Indonesia. Jadi kita menjadi hidup,” ungkapnya.
Grub Stoni merupakan salah satu tim elit nasional, Gilang mengungkapkan ada beberapa grub yang menjadi pesaing berat diantaranya MH TTC Kaltim dan Sukamara Taishan.
” MH TTC Kaltim itu ada beberapa nama yang berbeda selevel nasional seperti saya, yakni Abdul, Rio, Abibi dan Safril. Mereka juga tim senior sudah berpengalaman dan keinginannya masih sangat ngotot. Untuk Taishan ada Luki yang merupakan pemain kidal yang sangat berbakat,” jelas Gilang.
Ia berharap dengan persaingan dengan sekala Nasional ini dapat menjadi kelahiran kembali kompetitif tenis meja Indonesia yang lebih besar lagi.








