Tasaruf Akbar Akhir Tahun, BAZNAS dan Pemkot Surakarta Salurkan Rp2,13 M untuk 1.545 Warga

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Menjelang penutupan tahun 2025, Pemerintah Kota Surakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surakarta mengadakan  Tasaruf Akbar BAZNAS Kota Surakarta, yang digelar di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, Senin (8/12/2025) pagi.

Kegiatan ini menjadi agenda rutin BAZNAS di akhir tahun dan menjadi momentum penting untuk menguatkan peran zakat sebagai instrumen sosial dalam pengentasan kemiskinan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan dan Pembangunan Eko Nugroho Isbandijarso, Kepala Kemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, jajaran pengurus BAZNAS, serta ratusan penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Surakarta menyerahkan total bantuan senilai Rp2.137.838.200 kepada 1.545 penerima manfaat melalui lima program utama. Yaitu Ekonomi Produktif: 195 penerima, Rp450 juta, Pendidikan: 71 penerima, Rp147.054.700, Kemanusiaan (Perbaikan RTLH): 41 penerima, Rp772.497.500. Kesehatan (Perbaikan MCK): 38 penerima, Rp168.286.000 dan Dakwah dan Advokasi (Insentif guru TPA/TPQ): 1.200 penerima, Rp600 juta

Wakil Wali Kota Astrid Widayani mengapresiasi BAZNAS yang dinilainya konsisten memperluas kebermanfaatan program bagi warga Solo.

“Kegiatan ini wujud nyata kepedulian, keberpihakan, serta ikhtiar bersama dalam memperkuat kesejahteraan umat di Kota Surakarta,” jelas Astrid.

Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu menggerakkan kemandirian masyarakat. Astrid berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara optimal.

“Gunakan bantuan ini sebagai penyemangat untuk meningkatkan usaha, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup. Semoga Allah SWT memudahkan langkah panjenengan semua menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Ketua BAZNAS Surakarta Moh. Qoyim menyampaikan bahwa Tasaruf Akbar menjadi momen yang membahagiakan karena dapat memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada masyarakat.

“Sungguh sangat mengharukan di akhir tahun ini kami bisa membantu sebanyak 1.545 penerima manfaat. Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan melalui tasaruf di Masjid Agung maupun Loji Gandrung,” ungkap Moh. Qoyim.

Ia juga merinci berbagai bantuan yang meliputi gerobak usaha, modal UMKM, biaya pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta insentif untuk 1.200 guru TPA dan TPQ.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Staf Ahli Wali Kota Eko Nugroho Isbandijarso menilai bahwa program-program strategis BAZNAS telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ekonomi produktif penting sebagai pengungkit ekonomi keluarga sekaligus mendorong kemandirian mustahik agar nantinya mampu naik kelas menjadi muzzaki,” ujarnya.

Ia juga menilai program pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang tidak boleh terhambat, serta program perbaikan RTLH sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin hidup layak bagi warganya.

“Zakat bukan hanya ibadah, tapi instrumen sosial ekonomi yang mampu mengurangi kesenjangan, menguatkan solidaritas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, sepanjang 2025, BAZNAS Surakarta telah menjalankan berbagai program strategis lainnya. Seperti Tasaruf Mei 2025 senilai Rp407,55 juta untuk 183 penerima manfaat, Tasaruf Spesial Hari Kemerdekaan dengan nilai lebih dari Rp2 miliar untuk 434 warga. Dan pemberian insentif kepada 11 marbot masjid

Capaian BAZNAS Surakarta dalam penghimpunan ZIS–DS 2025 juga mendapat apresiasi dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah karena berhasil melampaui target yang ditetapkan secara provinsi maupun nasional.

Pemerintah Kota Surakarta memastikan terus memperkuat kerja sama dengan BAZNAS untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui Tasaruf Akbar akhir tahun ini, Pemkot berharap kesadaran dan kepedulian sosial masyarakat semakin meningkat sehingga keberkahan zakat dapat dirasakan lebih luas oleh warga Kota Surakarta.