Tantangan Cetak Rekor Baru, Jadi Misi Tak Mudah Rifky Yavianda di Paralimpiade 2024

oleh
Paralimpiade
Maulana Rifky Yavianda dalam sesi latihan menjelang Paralimpiade Paris 2024 di Aquatics Centre, Paris, Prancis, Minggu (25/08/2024). Di paralimpiade Paris 2024 Rifky akan bertanding di nomor 100m gaya bebas putra S12 dan 100m gaya punggung putra S12. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

PARIS, MettaNEWS – Atlet para renang Indonesia, Maulana Rifky Yavianda, akan menjalani misi tak mudah di Paralimpiade 2024. Rifky ditantang membuat rekor baru sembari mengintip kans masuk papan atas dua nomor klasifikasi S12.

Rifky merupakan perenang potensial yang bakatnya ditemukan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia saat try out ke tim renang Petrokimia Gresik. Rifky awalnya dipersiapkan untuk mengikuti ASEAN Para Games 2019.

Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat debutnya di event internasional harus tertunda. Filipina sebagai tuan rumah tak bisa menggelar ASEAN Para Games 2019.

Rifky juga harus bersabar ketika keinginan untuk tampil pada Paralimpiade 2020 tak terwujud. Barulah pada ASIAN Para Games 2022 di Hangzhou, Rifky bisa tampil dan langsung mengamuk pada debut internasionalnya.

Raihan dua emas dan satu perak membuka mata dunia bahwa Indonesia memiliki atlet para renang hebat. Medali emas itu diraih dengan memecahkan rekor Asia untuk nomor gaya punggung S12 putra.

Rifky finish terdepan dengan catatan waktu 1 menit 03,55 detik. Rifky memecahkan rekor Asia yang sebelumnya tercatat 1 menit 03,98 detik serta rekor Asian Para Games yang sebelumnya 1 menit 09,38 detik.

Kini, atlet kelahiran 10 Oktober 2002 ini sudah berada di Paris dan segera berlaga pada Paralimpiade 2024. Rifky ditantang untuk membuat rekor Asia baru untuk gaya punggung S12 dan mempertajam rekor gaya bebas S12 yang sebelumnya tercatat 55,53 detik.

Pelatih Para Renang Indonesia, Agni Herarta, bercerita tentang perjalanan Rifky menembus Paralimpiade 2024. Rifky merupakan perenang yang bisa memanfaatkan kesempatan ketika pelatnas berkelanjutan dilakukan sejak tiga tahun lalu.

“Rifky bisa seperti sekarang karena dia punya semangat dan mau mengikuti instruksi pelatih,” kata Agni Herarta.

“Kita selalu diskusi terbuka untuk mencari apa yang dirasa kurang sehingga bisa diperbaiki di latihan. Dukungan dari teman-teman atlet Pelatnas serta keluarganya juga luar biasa,” lanjut Agni Herarta.

Rifky sudah menjadi raja Asia untuk klasifikasi S12. Namun, bukan perkara mudah untuk mendapatkan medali pada Paralimpiade 2024. Catatan terbaiknya masih belum cukup untuk menduduki tiga besar, jika acuannya adalah catatan waktu kompetitor pada Paralimpiade 2020.

Pada nomor gaya bebas S12, Raman Salei dari Azerbaijan meraih medali emas dengan catatan waktu 52,69 detik. Kemudian disusul Maksym Veraksa dari Ukraina dengan 52,87 detik serta Stephen Clegg dari Britania Raya dengan 53,43 detik.

Lalu untuk gaya punggung S12, Raman Salei kembali mengamankan medali emas dengan catatan waktu 1 menit 00,30 detik. Serhiy Klipert dari Ukraina menyusul dengan waktu 1 menit 00,71 detik serta Stephen Clegg dengan waktu 1 menit 01,27 detik.

Makanya, secara realistis Rifky tak dibebani target medali pada keikutsertaan perdananya di Paralimpiade. Namun, Rifky ditantang untuk menaklukkan rekor terbaiknya, yang artinya membuka kans mendekati catatan waktu para peraih medali Paralimpiade.

“Rifky ada di ranking sebelas dunia untuk 100 meter gaya bebas. Lalu untuk 100 meter gaya punggung, Rifky ada di ranking tujuh dunia. Kita akan berusaha keras untuk bisa memenuhi target masuk final dan memperbaiki rekor pribadinya,” jelas Agni Herarta.

Rifky akan memulai pertandingan pada Sabtu (31/8/2024) pukul 14.30 waktu Paris untuk nomor pertandingan 100 meter gaya punggung S12. Raman Salei menjadi unggulan pertama dari total 14 peserta.

Lalu untuk nomor pertandingan 100 meter gaya bebas S12, Rifky baru akan bertanding pada 4 September 2024 mendatang. Raman Salei masih menjadi unggulan pertama dari total 15 peserta.