SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta akan mengembalikan Alun-alun utara Keraton Surakarta seperti semula. Dalam artian meskipun tersentuh revitalisasi namun penataan nanti akan menyentuh konsep lama dengan sentuhan kekinian.
Setelah melewati banyak kajian, pelaksanaan revitalisasi bertahap akan mulai September 2023 hingga Juni 2024.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengatakan, selama proses pengerjaan revitalisasi tersebut, kawasan yang tersentuh akan tutup sementara. Tak hanya itu, bila revitalisasi selesai sejumlah acara rutin seperti pasar malam Sekaten akan terdampak.
“Sekaten tahun ini kami koordinasikan lagi. Mungkin tahun ini tidak bisa pakai situ dulu ya, pengerjaan mulai September soalnya. Setelahnya kita konsepkan lagi ya. Dan juga ada 2 alun-alun, tenang saja,” ungkap Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (5/7/2023).
Tidak hanya Sekaten, Gibran juga menegaskan alun-alun utara tidak boleh lagi untuk parkir seperti saat ini.
Sedianya, lanjut Gibran, Alun-alun Utara akan kembali seperti pada awal abad ke-19. Saat itu area yang kini banyak tumbuh rumput akan ganti dengan pasir dari pantai Laut Selatan.
“Intinya kita percantik, tidak pakai pagar tapi ada pembatas jalan. Tidak menggunakan paving untuk pedestriannya, rencananya pakai bebatuan dengan motif batik kawung,” ujarnya.
Pedestrian Alun-alun utara sematkan motif batik Kawung
Motif batik kawung tersemat pada pedestrian menurut Gibran lebih sebagai identitas. Dalam revitalisasi ini Gibran ingin memulihkan fungsi Keraton.
“Identitas saja, branding. Daripada paving kotak-kotak, mana-mana sudah ada, biar branding-nya ada. Tanpa pagar, gambarnya kemarin tanpa pagar sama sekali, tapi ada pembatasnya. Semua tanpa pagar. Selatan kita tidak pakai pasir,” tuturnya.
Seluruh area alun-alun akan dipercantik. Dari gambar perencanaan tampak kandang kebo bule juga akan tersentuh revitalisasi. Gibran mengatakan daya tarik Alun-alun pada UMKM-nya, sehingga dia juga akan menata pedagang yang ada di sana.
“Pedagang kita tata. Kami minta izin dengan Sinuhun, pengelolaannya UMKM di Alkid harus dengan Pemkot. Kebersihan kolaborasi dengan DLH. Pedagang-pedagang bersama dengan Disdag. Kemarin-kemarin kan nggak pernah ada komunikasi sama sekali, jadi carut-marut. Keamanan dengan Satpol, intinya berkolaborasi dengan Pemkot. Ini proyek multiyear jadi bertahap hingga 2024,” pungkasnya.







