Tak Bisa Diwakilkan, BLT BBM Bisa Diantar Khusus Lansia, Sakit dan Berkebutuhan Khusus

oleh
Distribusi BLT minyak goreng
Penerima distribusi BLT minyak goreng antre di Kantor Pos, Gladag, Solo, Senin (11/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Penundaan distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Solo, Selasa (6/9/2022). Meski demikian Kantor Pos tengah menyusun mekanisme distribusi agar efektif.

Kepala Kantor Pos Solo, Muhammad Syarkawi mengatakan pengambilan BLT BBM tak dapat diwakilkan. Artinya warga yang namanya tercantum dalam keluarga penerima manfaat (KPM) harus mengambil bantuan sosial ke Kantor Pos maupun Kelurahan terdekat.

“Syarat masih sama membawa surat undangan dan KTP, tapi bagi yang sakit difable atau lansia nanti Kantor Pos bisa mengantar (BLT BBM) ke rumah, jemput bola,” kata Syarkawi saat ditemui MettaNEWS, Selasa (6/9/2022).

Adapun penundaan terjadi atas instruksi Kementrian Sosial (Kemensos) yang masih melakukan clearing data.

“Datanya nggak sekaligus, masih ditentukan oleh pusat, ini baru batch satu 37.197 KPM, batch 2 menyusul,” katanya.

Ia menyebut mekanisme penyaluran sama dengan BLT minyak goreng (Migor) yakni penerima harus membawa undangan dan KTP. Diperkirakan penyelesaian distribusi berlangsung selama 30 hari. Maka dari itu agar distribusi lancar pihaknya tengah membuat pengaturan antrean dan jadwal sedari kini.

“Yang diperbaharui dari sisi pengaturan antrean penjadwalan setiap kelurahan sampai RT nanti bisa datang sesuai waktu yang ditentukan di undangan supaya tidak sekaligus datang nanti crowded, jadi biar cepat ngalir karena sudah pasti dapat nggak perlu desak-desakan sudah di jadwal,” terangnya.

Untuk itu pihaknya akan bekerjasama dengan 54 kelurahan di 5 Kecematan di Solo agar distribusi tepat sasaran. Meski ada tambahan uang sembako pihaknya menyebut BLT BBM berbentuk uang tunai.

“Bentuknya harus uang tunai belajar dari yang sudah-sudah kalau sembako nanti nggak sesuai juga penyalurannya ada yang sudah membusuk distribusinya lama ada kendala seperti yang di Bekasi,”

“Bu Risma sudah menyampaiakan jangan sembako nanti diterimanya kurang bagus, telur membusuk dan lain-lain, jadi nanti biar dibelanjakan sendiri,” terangnya.