Syahdu, Musim Bunga Angsana Gugur UNS yang Ditunggu-tunggu

oleh
oleh
Pohon Angsana UNS mulai berguguran menambah cantik sepanjang jalan dan sudut-sudut kampus | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS –  Suasana musim bunga berguguran yang biasanya ditemukan di Eropa, kini dapat dirasakan di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sepanjang jalan UNS dan beberapa sudut kampus yang ditanami pohon Angsana (Pterocarpus indicus) terlihat dipenuhi oleh guguran bunga-bunga kuning sejak Rabu (23/10/2024).

Biasanya, pohon Angsana di UNS akan menggugurkan bunganya saat memasuki bulan Oktober hingga November, namun tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya. Kesempatan setahun sekali tersebut banyak digunakan oleh sivitas akademika UNS untuk mengabadikan momen, baik foto maupun video. Mulai dari mahasiswa, dosen, maupun karyawan di lingkungan kampus UNS sudah menanti momen ikonik dari gugurnya bunga Angsana tersebut.

“Momen seperti ini yang paling aku tunggu-tunggu di UNS dan sekarang momen itu datang. UNS sedang cantik-cantiknya. Ini jadi kesempatan aku buat hunting foto aesthetic di UNS,” terang Fatihah Asy Syifa, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri UNS, Kamis (24/10/2024).

Waktu terbaik untuk mengambil gambar dari lautan bunga kuning cantik tersebut adalah di pagi hari ketika bunga belum dibersihkan sejak gugur semalam. Waktu tersebut juga cocok digunakan untuk aktivitas lari atau jalan-jalan pagi ditemani suasana musim gugur ala UNS.

Guguran bunga Angsana dapat dilihat sepanjang jalan Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Hukum (FH), Koperasi Mahasiswa (Kopma) UNS, Masjid Nurul Huda, Perpustakaan hingga Danau UNS.

Angsana sendiri merupakan pohon meranggas dan jenis tanaman pohon tinggi yang dapat mencapai 10 hingga 40 meter dengan diameter batang mencapai 2 meter. Kayu dari Pohon Angsana mengeluarkan eksudat merah gelap yang juga disebut “kino” atau darah naga.

Sedangkan daun Angsana bertipe majemuk dengan 5 hingga 11 anak daun, berbulu, serta duduk bergantian. Bunga Angsana akan muncul sebelum tumbuh daun baru, namun akan terus bermunculan setelah daun-daun baru melimpah. Bunga pada pohon Angsana hanya akan bertahan satu hari dari waktu mekar, sehingga akan berguguran setelahnya.