SOLO, MettaNEWS – Pemandangan menarik pada Selasa (14/2/2023) pagi ini. Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti geladi kotor upacara HUT ke-278 Kota Solo di Solo Safari.
Mereka adalah petugas yang akan memimpin upacara HUT ke-278 Kota Solo pada Jumat (17/2/2023) mendatang. Siswa SD SMP menjadi petugas upacara HUT Kota Solo ini jadi yang pertama kalinya ada. Sebab biasanya pegawai instansi Pemerintah Kota Solo lah yang bertugas dalam upacara itu.
“Tahun ini tahun yang spesial karena petugas upacaranya dari siswa. Kalau sebelumnya kan dari dinas atau instansi,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Solo, Sutarmo kepada MettaNEWS, Selasa (14/2/2023).
Sumarno mengatakan pihaknya menyiapkan cadangan petugas upacara untuk mengantisipasi jika ada anak yang berhalangan saat upacara HUT ke-278 Kota Solo tiba.
“Ini gladi kotor untuk persiapan upacara hari jadi Kota Surakarta. Untuk petugas upacara Ini dari SD dan SMP dari jenjang SMP ada yang SLB pembawa undang-undang dasar. Ada petugas utama dan cadangan untuk masing-masing petugas. Jadi sudah siap ketika saat pelaksanaan upacara itu ada yang berhalangan yang sakit atau apa,” tambahnya.
Dalam upacara HUT ke-278 Kota Solo semua petugas menggunakan bahasa Jawa krama alus. Para petugas pun akan memberikan penampilan terbaiknya layaknya petugas dari pegawai instansi yang biasa bertugas.
“Menggunakan bahasa Jawa semua kecuali teks Pancasila dan Undang Undang Dasar. Karena itu teks yang harus dibacakan sesuai. Laporan ketika akan dimulai sampai selesai pembacaan semua menggunakan bahasa Jawa,” ujarnya.
Siswa SD SMP Gantikan Pegawai Instansi Pimpin Upacara HUT ke-278 Kota Solo
Anak-anak yang terpilih menjadi petugas upacara HUT ke-278 Kota Solo ini merupakan siswa berprestasi dalam perlombaan bahasa Jawa. Mereka berasal dari SMP 1 Solo, SMP 2 Solo, SMP 4 Solo, SMP 9 Solo dan SLB D YPAC Solo. Serta 6 SD dari SD Cemara 2, SD Sondakan, SD 15 Solo dan SD 16 Solo.
“Anak-anak yang kami pilih ini mereka basicnya juara lomba Festival Tunas Bahasa Ibu. Mereka kami ambil yang punya basic yang bagus dalam bidang penguasaan kompetensi bahasa Jawa,” kata dia.
Saat bertugas, para siswa siswi ini akan mengenakan pakaian adat tradisional Kota Solo maupun Nusantara. Sekitar 500 siswa SD SMP pun rencananya akan hadir sebagai peserta.
“Untuk kostum rencananya menggunakan pakaian adat tradisional boleh dari adat Jawa atau Nusantara. Ini lumayan singkat latihannya waktunya tidak terlalu lama. Untuk besok Jumat upacaranya sekitar jam 7.30 WIB sampai selesai,” pungkasnya.







