Solo Lanjutkan Uji Coba Makan Bergizi Gratis untuk 3 Sekolah Dasar

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kota Solo melanjutkan uji coba makan bergizi gratis untuk anak sekolah.

Setelah selesai uji coba di dua sekolah dasar negeri (SDN) yakni SD Tugu Jebres dan SDN Jagalan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dian Renata menyampaikan 3 SD yang menjadi lokasi uji coba adalah SDN Gulon, SDN Sabrang Lor, dan SDN Mijen.

“Pelaksanaannya sudah dilakukan mulai kemarin (12 Agustus 2024) hingga 16 Agustus 2024 (Jumat),” jelas Dian saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (13/6/2024).

Dian menyampaikan, perpindahan uji coba di lokasi yang baru, untuk mencari formulasi terbaik pelaksanaan program unggulan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Termasuk untuk mengetahui apakah ada kendala jika diimplementasikan langsung melalui uji coba yang dilakukan.

“Sambil menjaring apakah ada kendala, kesulitan, kemudahannya seperti apa. Juga untuk antisipasi atau menyiapkan mitigasi resiko apa saja yang apapun kebijakan nanti yang diberikan dari pusat,” tegasnya.

Secara prinsip lanjut Dian, pihaknya mendukung sekali, mengingat program tersebut adalah hal yang bagus.

“Kalau hanya di satu sekolah saja nanti tidak terlihat ya, karena setiap sekolah memiliki kendala sendiri-sendiri. Kalau tidak ada kendala tidak ada masalah. Tapi yang perlu diantisipasi kan kendala dalam pelaksanaanya jadi kita pindah-pindah lokasi uji cobanya,” ujarnya.

Dian menuturkan untuk uji coba kedua ini berbeda dari sebelumnya, Untuk sekolah yang menjadi tempat simulasi memilih menu makanan sendiri.

“Jadi ada system yang memang sudah disiapkan dengan mitra, sudah terpola dengan beberapa UMKM jadi bisa milih menu sendiri sesuai selera siswa,” ungkapnya.

Setelah tiga sekolah ini Dian menyampaikan akan berpindah sekolah lagi hingga Oktober mendatang.

“Kita sudah memberikan beberapa data sekolah. Kelanjutannya nanti sepertinya SMP karena kita juga memberikan data SMP. Ini makan siang gratis yang bermanfaat, memang kami mencari sekolah yang banyak gakin nya (keluarga miskin). Karena akan terasa manfaatnya daripada sekolah-sekolah besar yang banyak orang mampu. Evaluasinya tidak terlihat, tapi kalau dengan gakin akan terlihat. Misalnya apakah porsinya kurang, atau menunya seperti apa yang mendukung program makan siang gratis,” beber Dian.

Dengan perubahan system memilih menu Dian menambahkan untuk nominal tetap sama yakni Rp14.900,- per anak.

“Jadi tidak sekadar makan tapi makan yang bergizi dengan suplemen lainnya jadi juga ada buah dan susu di menunya,” pungkasnya.