SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan program AI&Me: Empowering Youth for Livable Cities sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Transportologi.
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mewakili Pemerintah Kota, di Hotel Alila Solo, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini menandai langkah strategis Surakarta sebagai kota pertama di Indonesia yang menerapkan model pelibatan anak muda berbasis teknologi untuk mendukung keselamatan jalan, khususnya bagi pelajar.
Program AI&Me dirancang untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam menciptakan kota yang lebih aman, inklusif, dan layak huni.
Dalam pidato kuncinya, Astrid Widayani menekankan bahwa isu keselamatan jalan, terutama bagi anak usia sekolah, merupakan tantangan global yang membutuhkan respons cepat dan kolaboratif.
Ia menyebut tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak sebagai peringatan bagi semua pihak untuk bertindak nyata.
“Setiap hari, ribuan anak di seluruh dunia menjadi korban tabrakan lalu lintas. Angka ini tidak hanya menggugah keprihatinan, tetapi memanggil kita untuk bertindak,” ujar Astrid di hadapan para pemangku kepentingan.
Astrid menyebut, keselamatan jalan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga perubahan perilaku, penguatan edukasi, serta tata kelola kebijakan yang berbasis data.
“Pemerintah Kota Surakarta ingin memastikan setiap warga, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah hingga masyarakat yang beraktivitas sehari-hari, merasa aman dan terlindungi di jalan,” tegasnya.
Melalui kerja sama dengan Transportologi, Pemkot Surakarta mengadopsi pendekatan berbasis data melalui pemanfaatan Youth Engagement App (YEA) dan Star Rating for Schools (SR4S).
Teknologi ini memungkinkan pemetaan risiko perjalanan anak ke sekolah secara real-time dan partisipatif, sehingga potensi bahaya dapat diidentifikasi lebih dini.
“Dengan memetakan titik-titik rawan, menganalisis risiko, serta mendorong intervensi berbasis data, saya yakin kota ini dapat mempercepat langkah menuju kota yang lebih aman bagi anak-anak, pejalan kaki, dan pesepeda,” jelas Astrid.
Penandatanganan MoU antara Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani dan Direktur Transportologi Sukma Larastiti mencakup tiga ruang lingkup utama, yakni pelaksanaan kegiatan peningkatan keselamatan jalan di Surakarta, pengelolaan pengetahuan terkait keselamatan jalan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam upaya tersebut.
Astrid berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada dokumen kerja sama, melainkan menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan berdampak langsung, khususnya dalam mendorong sekolah-sekolah di Surakarta memiliki standar keselamatan jalan yang lebih baik.
Menutup sambutannya, Astrid mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan keselamatan jalan sebagai hak dasar warga sekaligus tanggung jawab bersama.
“Semoga kerja sama ini membawa manfaat besar dan menjadi langkah strategis menjadikan Surakarta sebagai kota yang humanis, aman, dan berorientasi masa depan,” pungkasnya.
Program AI&Me di Indonesia didukung oleh sejumlah mitra global, antara lain International Road Assessment Programme (iRAP), AIP Foundation, Fondation Botnar, dan FIA Foundation. Pemerintah Kota Surakarta pun terus meneguhkan komitmennya untuk berinovasi dalam pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur yang inklusif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra pembangunan.







