Sisi Gelap Rusunawa di Kota Solo: Penganiayaan, Penyalahgunaan Narkoba hingga Prostitusi

oleh
Rusunawa
Rusunawa di Mojosongo Blok A Mortoudan Solo | Dok Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Solo

SOLO, MettaNEWS – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Solo menemukan sejumlah kenakalan penghuni rusun sewa (Rusunawa). Bahkan kenakalan ini dihendus oleh dinas sebagai tindakan pidana.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sewa Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Solo, Iswan Fitradias membeberkan sejumlah pelanggaran yang ditemukan berupa penganiayaan, penyalahgunaan narkoba hingga prostitusi.

Ironisnya, praktek prostitusi itu dilakukan oleh anak usia di bawah 17 tahun. Kasus itu ditemukan 2 tahun silam di salah satu Rusunawa Solo.

“Open BO (booking online-red) itu kasus dua tahun lalu, digrebek pada siang hari. Bapak ibunya kerja, anaknya perempuan usia di bawah 17 tahun melakukan hal itu,” kata Iswan saat ditemui awak media di kantornya, Rabu (12/7/2023).

Setelah digrebek oleh warga dan satpam, yang bersangkutan kemudian diminta membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya. Setelah itu, kejadian itu dilaporkan kepada dinas.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendapati ada salah satu penghuni Rusunawa yang tertangkap penyalahgunaan narkoba pada tahun lalu. Dia ditangkap di tempat lain, namun saat tempat tinggalnya di salah satu Rusunawa digledah, didapati barang bukti dan alat timbangan.

“Satu tahun lalu kasus narkoba. Tertangkap ditempat lain, pengembangan di Rusun itu menyimpan bb dan timbangan. Kita menduganya bukan hanya pengguna,” ujar Iswan.

Khawatir ada petugas Rusunawa dan Satpam terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, pihaknya bekerjasama dengan BNN untuk melakukan tes urin. Hasilnya, tak ada satpam maupun petugas yang positif narkoba.

Selain itu, pihaknya juga pernah mendapatkan laporan ada tindakan penganiayaan di lingkungan Rusunawa.

“Kenakalan timbul dan terbukti setelah mereka menjadi penghuni rusun. Ada yang mungkin penghuni baru belum ada setahun, dan penghuni lama. Ketika ada seperti itu kita tindak tegas,” ucap dia.

Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut kembali terjadi di lingkungan Rusunawa di Kota Solo, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Solo memaksimalkan fungsi satpam. Satpam diwajibkan membuat laporan setiap hari kepada dinas.

“Satpam kita pilih yang trackrecordnya bagus. Saat ini laporan disampaikan via Whatsaap grub, hasil dari mereka patroli,” pungkasnya.