Siaran Lagi di Metta Solo FM, Wali Kota Gibran Sebut Tren Keluhan dari Anak-anak Muda

oleh
oleh
Siaran di Metta Solo FM, Wali Kota Gibran sebut tren keluhan di media sosial banyak dari anak-anak muda | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming kembali menyapa pendengar radio Metta Solo FM, mettafamz, Rabu (31/8/2022).

Pada on air yang kedua kalinya di Metta Solo FM ini, Gibran sengaja mencari masukan dan menyerap keluhan masyarakat melalui pesan WA on air, komen live instagram dan youtube.

Gibran mengungkapkan saat dirinya menjalani isolasi mandiri di rumah banyak waktu untuk melihat media sosial dan menanggapi keluhan masyarakat lewat medsos.

“Saya melihat tren aduan-aduannya banyak yang dari anak muda. Saya senang ini. jadi bentuk aduannya tidak seformal yang di ULAS,” ungkap Gibran.

Gibran tidak mempermasalahkan kosakata ataupun gaya bahasa yang dipakai oleh anak muda untuk memgadu lewat medsos.

“Jadi contohnya mas dalan neng ngarep omahku bolong-bolong. Ini ga apa-apa. Yang penting untuk melengkapi aduan itu teman-teman foto kalau bisa ada sharelpck nya. Nanti akan segera kita follow up,”kata Gibran.

Gibran mengaku senang dengan fenomena aduan dari anak-anak muda ini.

“Saya sangat senang karena anak-anak muda mulai proaktif untuk ikut komplain, sambat, memberi masukan. Itu saya sangat senang sekali. Jadi ikut andil dalam membangun Kota Solo,” ungkapnya.

Putra sulung Presiden Joko Widodo ini mengatakan semua keluhan, masukan yang masuk ke nomor WA nya yang tertera di instagram semua terkoneksi di ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta).

“Twiiter saya ada adminnya tapi memang kemarin waktu isoman saya sempat lihat satu persatu. Meskipun mungkin ada yang menganggap receh tapi ini saya anggap serius,” tandasnya.

Menurut Gibran kejadian kecil yang tidak di follow up akan memberi dampak menyepelekan masalah.

“Pokoknya keluhan-keluhan yang kecil kita garap, yang gede kita selesaikan. Dan yang namanya komplain dari warga luar Solo juga kita tampung. Karena kalau pengunjung ke Solo otomatis mereka jadi tangung jawab kami. Asalakan jangan komplain masalah jalan rusak di daerahnya itu bukan wewenang saya, Walaupun ya ada keluhan seperti itu,” papar Gibran.

Gibran membuka diri untuk masukan terutama dari anak-anak muda.

“Kalau di sosmed kita tidak usah terlalu formal. Pokoknya ada interaksi antara saya dan warga. Silahkan mau yang aerius atau tidak serius, mau formal atau tidak,” ujar Gibran.

Dengan anak-anak muda ikut aktif memberi masukan pada pemerintah, Gibran menyebut akan berdampak dan memberi warna untuk pembangunan Kota Solo.

“Saya pengen di IG, twiter di manapun partisipasi anak muda. Karena di semua kota biasanya Musrenbang, rapat RT, kelurahan, di kecamatan anak-anak muda pasti ga mau. Makanya solusinya adalah ini,” terang Gibran.

Gibran berharap tidak hanya keluhan yang disampaikan namun juga kritik dan saran yang membangun.

“Makanya saya senang kalau ada anak muda yang aktif beri masukan. Tapi ya kalai bisa keluhannya yang agak serius. Juga masukan terutaman ide-ide, inovasi anak muda pasti lebih kreatif lagi,” pungkas Gibran.