SOLO, MettaNEWS – Kopdar bertajuk “Club 90’s Metta Solo FM” berhasil mengobati kerinduan para pecinta lagu-lagu lama. Puluhan Metta Famz (sebutan pendengar Metta Solo FM) yang hadir pun terbawa kenangan nostalgia yang manis.
Berawal dari wacana dari para pendengar program siar Club 90’s bersama sang penyiar, Titus Yanto, siapa sangka acara kopdar ini bisa terwujud.
Tak butuh waktu lama, hanya dalam dua pekan saja “Club 90’s Metta Solo FM” berhasil dipersiapkan dengan baik dan terselanggara pada Minggu (17/11/2024) di Bebek Gongso Talijiwo di Jalan Pulanggeni Nomor 7 Tipes Serengan Solo.
“Nostalgia bareng Metta Famz pendengar Metta FM, khususnya untuk pendengar lagu-lagu lama, 80, 90-an. Maksud tujuannya adalah mempererat tali silaturahmi antar pendengar, yang belum kenal biar saling mengenal,” ujar Titus.
Rangkaian acara “Club 90’s Metta Solo FM” diisi dengan bernyanyi bersama lagu 80, 90-an, games, pembagian doorprize, tebak lagu, perkenalan antar pendengar dan sharing-sharing terkait dengan kegemaran terhadap lagu-lagu lama.
“Di sini kami mengakrabkan satu sama lain, yang belum kenal jadi kenal. Ke depan akan diadakan dua bulan sekali, atau tiga bulan sekali sesuai dengan keinginan pendengar. Nanti lebih luas lagi tempatnya, lebih komplet lagi acaranya,” kata Titus.

Lewat acara ini, Titus berharap kenangan lagu-lagu 80 dan 90-an tidak akan pudar. Tetap menjadi lagu-lagu favorit terutama untuk remaja-remaja tahun 80, 90-an.
“Sebisa mungkin diadakan terus selain acara on air radio. Ini acara perdana untuk club 90’s Metta Solo FM, pendengar dari club 90’s Solo dan luar kota. Mereka antusias kuota 50 peserta karena keterbatasan tempat. Banyak peserta yang menginginkan di tempat yang kecil nggak papa, tapi nuansa 80 90-annya dapat,” tuturnya.
Sebanyak 50 peserta antusias mengikuti acara. Dukungan dari 24 sponsor membuat acara ini bertabur hadiah yang menarik.
“Beruntungnya 50 peserta tidak ada yang beranjak pulang, jadi ada terus. Peserta senang semua sampai ada yang mengatakan kontribusi Rp 60 ribu hadiahnya melebihi dari nominal itu saking banyak sekali,” terangnya.
“Sponsorhip ada sekitar 24, 4 di antaranya dari Teguh Prakosa, Antonius Yoga, Gareng, Baruna Wasita Aji dan itu hanya mereka support karena memiliki keinginan yang sama, melestarikan lagu-lagu lawas agar tidak pudar,” tambahnya.
Kopdar “Club 90’s Metta Solo FM ternyata mampu menarik perhatian pendengar radio lain. Salah satunya pendengar radio yang tergabung dalam grup Paradise.
“Mereka pendengar setia yang selalu dengerin saya, hampir semuanya. Karena rata-rata mereka mendengarkan acara club 90’s, tidak ada grup. Tapi ada pendengar radio lain, ada grupnya namanya paradise itu gabung. Mereka sering request,” kata Titus.
Sebagai penyiar yang telah melewati masa-masa era lagu 80 dan 90-an, Titus selalu menekankan saat siaran, bahwa kopdar Club 90’s Metta Solo FM ada bukan karena tempatnya yang nyaman, makanannya yang enak ataupun doorprizenya yang banyak akan tetapi mereka datang untuk mengakrabkan diri dan terus menyukai lagu-lagu lama.
“Ini baru diinisiasi tahun ini. Berawal dari asal bunyi awalnya saya sama pendengar, kalau diwujudkan gimana
Dari wacana ngehubungi teman-teman sekitar 2 minggu menghubungi sponsorhip dapat 20-an, baik untuk snack ataupun hadiah,” tukasnya.









