80 Pertunjukan Seni Bakal Meriahkan Festival Payung di Pura Mangkunegaran, Catat Tanggalnya

oleh
Festival Payung Indonesia
Festival Payung Indonesia (Fespin) akan digelar di Pura Mangkunegaran Solo, pada 2, 3 dan 4 September 2022 / MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Mataya Art and Heritage bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo akan menyelenggarakan Festival Payung Indonesia (FESPIN) pada tanggal 2, 3 dan 4 September 2022 di area halaman dan Pendapa Pura Mangkunegaran, Solo.

Ketua Penyelenggara Fespin 2022, Heru Mataya mengatakan di tahun ke-9 pelaksananaannya, festival ini mengusung tema The Kingdom and Umbrella yang memiliki arti kerajaan dan payung.

“Festival kali ini kita adakan di Mangkunegaran memang sangat tepat dan di tahun ini kami mengangkat tema tentang keberadaan dan keberagaman payung tradisi yang ada di kerajaan dan masyarakat,” kata Heru saat jumpa pers di Pura Mangkunegaran, Rabu (31/8/2022).

Mendapat dukungan dari KGPH Mangkunegara X, pada FESPIN ke-9 sebanyak 81 grup seni dan komunitas kreatif dari 50 kota/kabupaten di Indonesia dan 3 negara luar seperti Thailand, India, dan Spanyol akan ikut berpartisipasi.

“Ini sebuah keberuntungan FESPIN bisa hadir di sini karena secara langsung Gusti Mangkunegara X mendukung acara ini dengan sangat baik, kita bisa menggunakan area pendapa halaman dalam dan luar dengan palilah beliau,” katanya.

Dikatakannya peserta dari Sankhampaeng Cultural Centre, Thailand, hadir sebagai bentuk komitmen hubungan sister-festival antara FESPIN dengan Borsang Umbrella Festival (Chiang Mai) yang telah terjalin sejak 2018. Berharap festival ini men,adi aset pariwisata dan juga akan melahirkan aset-aset wisata baru dari para peserta yang telah terlibat di FESPIN di daerahnya masing-masing.

Dihelat selama 3 hari, waktu gelaran Fespin berbeda-beda yakni pada Jumat 2 September akan dimulai pukul 15.00-22.00 WIB, sedangkan pada Sabtu 3 September akan dimulai pukul 09.00 WIB-22.00 WIB, dan terkahir Minggu 4 September dimulai pada pukul 09.00 sampai pukul 12.00 WIB.

Heru menyebut Fespin yang berbasis pada partisipasi publik ini, terus berproses untuk tumbuh dan berbagi. Berkomitmen untuk melestarikan payung tradisi Indonesia dan terus menumbuhkarı kreativitas kolektif masyarakat masyarakat.

“Akan hadir 80 pertunjukan kesenian tari musik dan fashion yang menjadikan payung sumber insipirasinya. Mereka hadir di sini dan Fespin hanya memeberikan panggung kewibawaan dan peserta datang ke Solo kita berikan ruang untuk mempresentasikan karya-karyanya,” terangnya.

Selain pameran, akan ada pentas seni di dua panggung. Yakni pada pagi hingga sore harinya pentas ini akan digelar di panggung terate atau panggung kolam. Sedangkan pada malam harinya akan ada pentas seni di panggung Pendapa Pura Mangkunegaran.

“Panggung terate 16.00-17.30 karena di waktu ini waktu yang sangat baik sekali menuju ke senja dan Mangkunegarab pas waktu ini luar biasa indahnya dengan semilir angin. Selain pertunjukkan akan ada pameran payung tradisi dan kreativitas sulam rajut lukis perca,” jelas Heru.

Fespin ke-9 ini juga diisi dengan workshop sarana edukasi pengenalan payung Indonesia dari para kreator seni payung selama 3 hari. Selain itu pengunjung juga dapat menyaksikan pameran lukis Catra Citra dari 36 pelukis di Indonesia di teras Mangkunegaran.

“Di festival ini kami juga menyajikan karya yang tidak sembarangan ada parade esai dan museum payung Indonesia. Fespin yang berbasis pada partisipasi publik ini, terus berproses untuk tumbuh dan berbagi. Berkomitmen untuk melestarikan payung tradisi Indonesia dan terus menumbuhkarı kreativitas kolektif masyarakat masyarakat,” terangnya.