SOLO, MettaNEWS – PKB Merah, mereka menyebut diri konstituen akar rumput Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berarti bukan dari jajaran pengurus maupun kalangan santri. Beberapa waktu lalu, dari Solo mereka menolak gagasan PKB berkoalisi dengan PKS. Kini mereka kembali bersuara, mendorong partai untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan.
Dorongan memilih berkoalisi dengan PDI Perjuangan, mengemuka ketika melihat pertemuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan politikus PDI Perjuangan Puan Maharani beberapa pekan lalu. Cak Imin dan Puan tampak berkomunikasi dengan baik, bahkan nyekar ke makam ayah Puan, Taufik Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
“Kemarin kami melihat ada pendekatan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ke PDI Perjuangan. Ini kami dorong supaya segera terjadi koalisi, karena rasanya lebih cocok jika PKB berkoalisi dengan partai berhaluan nasionalis,” tutur Budi Susanto, pencetus gerakan PKB Merah kepada MettaNews, Senin (3/10/2022).
Budi membeber beberapa alasan mengapa pilihan politik PKB dalam berkoalisi seharusnya memilih PDI Perjuangan. Bahkan, jika memungkinkan sekalian menggandeng partai lain yang berhaluan sama seperti PSI dan Gerindra.
“Kalau dilihat, bukan hanya di pusat. Di daerah pun kader dan struktur PKB lebih banyak berkoalisinya dengan partai-partai nasionalis. Sebut saja paduan religius nalionalis atau nasionalis religius. Kemungkinan berhasilnya tujuan koalisi lebih besar jika dengan mereka, secara rasa pun lebih nyaman,” imbuhnya.
Mengenai syarat koalisi, misalnya apakah Muhaimin Iskandar harus mendapat posisi Capres atau Cawapres, Budi menyebut setiap partai tentu menginginkan yang terbaik. Namun, pencapaian semacam itu harus dilihat dari realita.
“Tentang Cak Imin menjadi capres, cawapres atau apa pun, tentunya nanti akan tergantung kepada keputusan partai yang mengikuti dinamika terkini. Kami di akar rumput akan mengikuti keputusan partai,” tandasnya.







