SOLO, MettaNEWS – Program Sekolah Mitra Pemprov Jawa Tengah melalui jalur afirmasi kembali menghadirkan harapan bagi keluarga kurang mampu. Salah satunya dirasakan Clarissa Argani (14), putri seorang buruh bangunan asal Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, yang kini diterima di SMK Wijaya Kusuma Surakarta tanpa dibebani biaya pendidikan.
Sebelumnya, Clarissa sempat dihantui kekhawatiran tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK karena kondisi ekonomi keluarga. Ayahnya, Suharno, yang bekerja sebagai buruh bangunan, telah hampir dua tahun tidak dapat bekerja akibat sakit dan masih menjalani masa pemulihan.
Ibunda Clarissa, Parjiyem, mengaku sangat bersyukur dengan hadirnya program Sekolah Mitra yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami sangat bersyukur karena adanya program dari Bapak Gubernur ini. Sangat membantu keluarga kami yang kurang mampu. Anak saya akhirnya bisa melanjutkan sekolah di SMK Wijaya Kusuma tanpa harus memikirkan biaya,” tutur Parjiyem terharu.
Dengan terbata menahan tangis, Parjiyem mengungkapkan, informasi mengenai jalur afirmasi tersebut diperoleh dari SMP Negeri 26 Surakarta, sekolah asal Clarissa. Menurut Parjiyem, program ini kembali membangkitkan semangat keluarga untuk tetap mengutamakan pendidikan anak meski berada dalam keterbatasan ekonomi.
Ia berharap putrinya semakin giat belajar agar dapat meraih cita-cita dan menjadi kebanggaan keluarga.
Sementara putrinya, Clarissa mengaku lega dan bahagia setelah diterima melanjutkan jenjang SMK melalui jalur afirmasi.
“Saya sempat khawatir tidak bisa lanjut sekolah karena memikirkan biaya yang harus ditanggung orang tua. Sekarang saya senang sekali karena bisa melanjutkan pendidikan dan ingin membahagiakan orang tua,” kata Clarissa yang mengambil jurusan Perkantoran ini.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas kesempatan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap memperoleh pendidikan.
Gratis Selama Tiga Tahun
Kepala SMK Wijaya Kusuma Surakarta, Harsono, mengatakan sekolahnya menjadi salah satu Sekolah Mitra Pemprov Jawa Tengah yang menerima peserta didik dari keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori desil 1 hingga desil 4.
Harsono menuturkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Namun masih ada sebagian warga yang belum memahami bahwa sekolah swasta mitra juga memberikan layanan pendidikan gratis seperti sekolah negeri.
“Tahun ini ada 17 siswa yang diterima melalui program Sekolah Mitra. Orang tua mereka sangat senang karena seluruh kebutuhan pendidikan selama tiga tahun ditanggung,” ujar Harsono.
Ia menjelaskan, siswa penerima program memperoleh fasilitas lengkap tanpa pungutan biaya, mulai dari seragam, buku pelajaran, sepatu hingga kebutuhan belajar lainnya.
Harsono menegaskan, tidak ada perbedaan perlakuan ataupun fasilitas antara siswa jalur afirmasi dan siswa reguler. Seluruh peserta didik memperoleh akses yang sama terhadap fasilitas sekolah, mulai dari laboratorium komputer, laboratorium akuntansi, laboratorium perkantoran dan pemasaran, hingga sarana olahraga.
Selain program Sekolah Mitra, SMK Wijaya Kusuma juga tetap menyediakan beasiswa bagi siswa reguler dari keluarga yang benar-benar tidak mampu.
Harsono berharap program Sekolah Mitra terus dilanjutkan karena dinilai menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung program wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap ke depan Sekolah Mitra dapat terus berjalan bahkan diperluas ke daerah-daerah lain sehingga semakin banyak anak yang bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.








