SOLO, MettaNEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (11/8/2026).
Pembukaan PKKMB yang berlangsung di Auditorium Haryo Mataram UNS tersebut dihadiri Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang sekaligus memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily dalam kuliah umumnya mengajak mahasiswa baru UNS untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir cerdas dan kritis sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.
Menurut Ace, mahasiswa yang kini memasuki perguruan tinggi merupakan bagian dari generasi muda yang nantinya akan berada pada posisi strategis ketika Indonesia memasuki puncak bonus demografi.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik dan keterampilan teknologi, tetapi juga harus memiliki nasionalisme dan semangat patriotik.
“Penting bagi mereka memiliki jiwa nasionalisme, semangat patriotik, mencintai bangsa Indonesia, sehingga saat mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan keilmuan di UNS, mereka bisa memberikan untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia,” kata Ace.
Ia mengatakan Indonesia memiliki dua modal besar yang harus dioptimalkan untuk mewujudkan kemajuan bangsa, yakni kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang unggul.
Kekayaan alam, kata Ace, harus dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Indonesia. Sementara sumber daya manusia harus diperkuat melalui kemampuan akademik, penguasaan teknologi, keterampilan, serta karakter kebangsaan.
“SDM unggul yang berkualitas dengan kemampuan akademik dan teknologi akan menjadi modal bagi kemajuan bangsa kita,” ujarnya.
Ace berharap perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam memberikan pendidikan keilmuan, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter kebangsaan bagi generasi muda.
Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan calon pemimpin nasional yang memiliki kemampuan akademik, penguasaan teknologi, karakter kuat, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Ace juga menyoroti persoalan kekerasan seksual dan cyberbullying yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut dia, kekerasan seksual tidak hanya dapat terjadi dalam bentuk tindakan fisik, tetapi juga secara verbal maupun melalui ruang digital.
Ia menegaskan tindakan kekerasan seksual harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Termasuk tindakan yang dilakukan melalui media digital apabila mengandung unsur kekerasan seksual.
Ace mendorong mahasiswa maupun penyelenggara pendidikan tinggi memiliki keberanian untuk melaporkan dan menindak berbagai tindakan yang melanggar prinsip keadilan, kesetaraan gender, serta martabat manusia.
“Kekerasan seksual jangan sampai menjadi gunung es, hanya terlihat sedikit tetapi praktiknya banyak terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, lingkungan perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan menyampaikan laporan apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan.
Sementara itu, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., menyampaikan sebanyak 11.237 mahasiswa baru diterima UNS pada tahun akademik 2026/2027. Jumlah tersebut dipilih dari total 164.292 pendaftar.
Tingginya jumlah pendaftar, menurut Hartono, menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UNS. Bahkan, UNS menempati posisi kedua perguruan tinggi negeri dengan jumlah peminat terbanyak di Indonesia pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Universitas Sebelas Maret, saya mengucapkan selamat datang kepada 11.237 mahasiswa baru UNS Tahun Akademik 2026/2027,” kata Hartono.
Hartono mengatakan, para mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi pada era yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), transformasi teknologi, perubahan dunia kerja, hingga munculnya profesi-profesi baru menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dihadapi mahasiswa.
Di sisi lain, dunia juga menghadapi berbagai persoalan multidimensi, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, perubahan demografi hingga kesenjangan sosial.
Karena itu, Hartono menegaskan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi tempat untuk memperoleh pendidikan dan gelar akademik.
Universitas, lanjut dia, harus menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui pengetahuan, teknologi, inovasi, talenta, gagasan, riset, serta solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Universitas masa depan tidak cukup hanya mengejar publikasi dan pemeringkatan. Universitas harus mampu menjadi anchor of transformation, jangkar transformasi yang memandu perubahan masyarakat melalui ilmu pengetahuan, riset, inovasi, kebijakan berbasis bukti, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Hartono juga mengingatkan bahwa tahun ini UNS memasuki usia 50 tahun perjalanan pengabdian. Selama lima dekade, UNS telah berkembang bersama masyarakat dan bangsa Indonesia serta melahirkan lebih dari 271.300 alumni yang kini mengabdi di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, mahasiswa baru yang kini memulai pendidikan di UNS merupakan bagian dari perjalanan panjang tersebut.
Suatu saat nanti, mereka akan menjadi alumni UNS. Namun, keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata diukur dari jabatan maupun besarnya penghasilan yang diperoleh.
“Yang paling penting bukan hanya seberapa tinggi posisi yang Anda capai atau seberapa besar penghasilan yang Anda peroleh, tetapi apa yang sudah Anda lakukan untuk orang lain dan apa yang sudah Anda berikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut, kata Hartono, sejalan dengan semboyan UNS, “Mangesti Luhur Ambangun Nagari”. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perguruan tinggi pada akhirnya harus kembali memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.
Dalam PKKMB 2026, UNS mengusung tema “Bersama UNS Membentuk Generasi Aktif, Inklusif, Humanis, Adaptif, dan Berdaya Saing Global.”
Hartono pun meminta mahasiswa baru menerapkan lima karakter tersebut selama menjalani kehidupan kampus.
Mahasiswa diminta aktif dalam belajar, berdiskusi, berorganisasi, berkolaborasi, serta mencari berbagai pengalaman. Mereka juga didorong memanfaatkan kegiatan kampus dan Expo Organisasi Kemahasiswaan untuk menemukan minat sekaligus mengembangkan potensi diri.
Selain itu, mahasiswa diminta menjadi pribadi yang inklusif dengan menghargai perbedaan latar belakang, budaya, daerah, cara berpikir, maupun keyakinan.
Karakter humanis juga dinilai penting di tengah perkembangan teknologi dan AI. Hartono mengingatkan mahasiswa agar tetap memiliki empati, mampu bersikap kritis namun tetap santun, serta cerdas sekaligus peduli terhadap sesama.
“Jadilah adaptif. Dunia akan terus berubah. Karena itu, teruslah belajar, berani mencoba, dan jangan takut gagal,” pesannya.
Mahasiswa juga diminta membangun kompetensi dan wawasan global tanpa kehilangan akar kebangsaan dan kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Hartono menegaskan UNS berkomitmen menjadi kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan tindakan yang merendahkan martabat manusia.
“UNS adalah rumah untuk belajar dan bertumbuh. Jangan takut menjadi diri Anda sendiri. Temukan minat Anda, temukan kekuatan Anda, temukan lingkungan yang membuat Anda bertumbuh, dan temukan jalan Anda sendiri,” katanya.
Hartono juga mengajak mahasiswa baru tidak hanya menjadi consumer of knowledge, tetapi berkembang menjadi creator of knowledge.
Mahasiswa didorong tidak sekadar mencari jawaban atas apa yang telah ditemukan, tetapi mulai bertanya mengenai hal-hal baru yang dapat mereka temukan dan masalah apa yang dapat mereka bantu selesaikan.
Semangat tersebut, menurut Hartono, merupakan bagian dari upaya membangun kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“DREAMTEAM bukan hanya milik pimpinan, dosen, atau tenaga kependidikan. DREAMTEAM adalah milik kita bersama. Termasuk Anda,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Hartono kembali mengajak seluruh mahasiswa baru memulai perjalanan pendidikan di UNS dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menghormati perbedaan, membangun persahabatan, berani bermimpi, serta tidak kehilangan kepedulian terhadap sesama.
“Lima puluh tahun lalu UNS memulai perjalanan dengan cita-cita untuk berkontribusi bagi bangsa. Hari ini, cita-cita itu diteruskan oleh generasi baru. Dan generasi baru itu adalah Anda,” katanya.
PKKMB UNS Tahun Akademik 2026/2027 kemudian secara resmi dibuka dengan mengusung semangat membentuk generasi yang aktif dalam berkarya, inklusif dalam pergaulan, humanis dalam bersikap, adaptif menghadapi perubahan, serta berdaya saing di tingkat global.
“Mangesti Luhur Ambangun Nagari. Dari UNS untuk Indonesia, dari UNS untuk kemanusiaan, dari UNS untuk masa depan.”








