Sekolah Rakyat Mencerahkan Impian Keluarga Kurang Mampu

oleh
oleh
Beberapa pelajar sekolah rakyat dasar 02 tampil dengan memakai kostum yang dicita-citakan di acara open house di SRD 02 di Balai Latian Kerja yang digunakan untuk asrama dan sekolah sementara, Solo, Jawa Tengah (20/6/2026). [Bram Selo AM/Mettanews]

SOLO, MettaNEWS – Program pendidikan dan pembinaan karakter di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 02 Solo mulai menunjukkan hasil. Sejumlah wali murid mengaku melihat perubahan positif pada perilaku anak setelah mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

Beberapa wali murid mengaku anaknya kini jauh lebih bisa mengendalikan emosi dibandingkan saat masih bersekolah di tempat sebelumnya. Guru kelas mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar, membatasi penggunaan telepon genggam, serta membiasakan ibadah salat lima waktu tepat waktu.

Beberapa pelajar sekolah rakyat dasar 02 berfoto acara open house di SRD 02 di Balai Latian Kerja yang digunakan untuk asrama dan sekolah sementara, Solo, Jawa Tengah (20/6/2026).
[Bram Selo AM/Mettanews]
Kepala SRD 02 Solo, Subkhi Widyatmoko menjelaskan, kegiatan rapotan menjadi sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk membahas perkembangan siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Usai acara open house, wali siswa mengambil rapor serta berkonsultasi dengan wali kelas maupun wali asuh terkait perkembangan anak. Mulai dari proses pembelajaran hingga kegiatan keseharian selama di sekolah,” terangnya.

Beberapa pelajar sekolah rakyat dasar 02 antri untuk makan siang dengan tertib usai acara open house di SRD 02 di Balai Latian Kerja yang digunakan untuk asrama dan sekolah sementara, Solo, Jawa Tengah (20/6/2026).
[Bram Selo AM/Mettanews]
Wali asuh akan melakukan kunjungan ke rumah untuk memastikan pembiasaan tersebut benar-benar diterapkan sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga siswa.

“Kami ingin pendidikan karakter yang sudah dibangun di SRD 02, tidak berhenti di sekolah. Karena itu ada sinergi dengan keluarga melalui buku penghubung dan home visit,” pungkasnya.

Puluhan pelajar sekolah rakyat dasar 02 dengan pakaian bebas berdoa bersama sebelum makan siang usai acara open house di SRD 02 di Balai Latian Kerja yang digunakan untuk asrama dan sekolah sementara, Solo, Jawa Tengah (20/6/2026).
[Bram Selo AM/Mettanews]
Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat hadir dengan pendekatan berbeda dari sekolah formal pada umumnya.

Pelajar sekolah rakyat dasar 02 memeluk saudari kandungnya setelah lama tidak bertemu karena harus tinggal di asrama SRD usai acara open house di SRD 02 di Balai Latian Kerja yang digunakan untuk asrama dan sekolah sementara, Solo, Jawa Tengah (20/6/2026).
[Bram Selo AM/Mettanews]
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding school) yang memungkinkan pembinaan dilakukan secara intensif. Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung pemerintah, mulai dari seragam, makan, tempat tinggal, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. Hal ini bertujuan menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab utama anak putus sekolah.