Sejarah Stadion Manahan, Venue Megah ASEAN Para Games 2022

oleh
Stadion Manahan
Bendera 11 negara Asia Tenggara berkibar di venue ASEAN Para Games Stadion Manahan Solo, Selasa (2/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Stadion Manahan adalah stadion besar nan megah yang terletak di Manahan, Banjarsari, Solo. Menjadi salah satu gelanggang olahraga dengan fasilitas lengkap, tempat ini acap kali dipilih menjadi lokasi pertandingan olahraga bergengsi di Indonesia.

Terkini, untuk kali kedua Kota Solo dipilih menjadi tuan rumah ASEAN Para Games ke sebelas menjadikan Stadion Manahan sebagai lokasi penyelenggaraan ajang pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara pada 30 Juli hingga 6 Agustus 2022.

Stadion Manahan memang layak digunakan untuk ajang olahraga bergengsi ini. Memiliki kapasitas 20 ribu penonton, Stadion Manahan berdiri di atas lahan seluas 170 ribu meter persegi dengan luas bangunan 33.300 meter persegi.

Menurut keterangan Sejarawan Universitas Sebelas Maret Rendra Agusta, Stadion Manahan memiliki riwayat panjang sebelum akhirnya menjadi ikon kota Solo. Jauh sebelum pendirian stadion sepak bola, lahan dalam gelanggang olahraga Manahan merupakan warisan Praja Mangkunegaran yang digunakan untuk lokasi latihan berkuda dan memanah pasukan legiun Mangkunegaran, di tahun 1700-an. 

“Sebelumnya, arena latihan dan balap kuda ada di Balapan, dengan kandang kuda ada di Kampung Kestalan. Kestalan itu dari nama istal alias kandang kuda. Karena Balapan kemudian menjadi stasiun kereta api, maka arena berkuda dipindahkan ke Manahan,” beber Rendra kepada MettaNEWS, Selasa (2/8/2022).

Lahan tempat berdirinya Stadion Manahan saat ini semula juga merupakan padepokan Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan merupakan tokoh yang menurunkan raja-raja Mataram, pada tahun 1500-an. Hal tersebut membuat masyarakat salah kaprah, yang mengira penamaan Manahan berasal dari kata Panahan. 

Tempat tinggal Pamanahan pun akhirnya dikenal dengan nama Depok. Depok, saat ini menjadi Pasar Hewan di Kota Solo. Salah satu petilasan yang masih tersisa, adanya mata air yang sampai sekarang masih aktif.

Seiring perjalanan waktu, kawasan Manahan kemudian menjadi kawasan olahraga pada tahun 1989 oleh pemerintahan Presiden Soeharto.  dan selesai pada 1998. Hingga saat ini Stadion Manahan menjadi stadion sepak bola yang megah di Indonesia.

Peresmian kawasan Stadion Manahan dengan luas sekitar 170 ribu meter persegi dan total bangunan seluas 33.300 meter persegi itu dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 21 Februari 1998.