Sebanyak 60 Radio Deklarasikan Pengukuhan Penyiar Radio Seluruh Indonesia

oleh
oleh
Walikota Solo Gibran Rakabuming siaran di Metta Solo FM, paparkan program-program prioritas pembangunan Kota Solo, Rabu (13/7/2022) | Metta NEWS / Puspita

JAKARTA, MettaNEWS – Deklarasi, Pelantikan dan Pengukuhan pengurus Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia ( Persiari) akan berlangsung pada 11 Maret 2023. Bertempat di  Monumen Pers Nasional Surakarta (Solo). Rencananya Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko secara langsung akan melantik dan mengukuhkan pengurus Persiari.

Sebelum pengukuhan pengurus, lebih dari 60 stasiun radio di Indonesia turut menyemarakkan rangkaian kegiatan. Menuju deklarasi dan Pengukuhan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (Persiari).

Dengan cara, menyiarkan secara langsung kegiatan “Siaran Bersama Persiari” yang telah berlangsung pada Senin (6/3/2023).

Kegiatan Siaran Bersama Persiari berlangsung secara streaming. Agar bisa tersiar secara bersama oleh puluhan radio-radio tersebut.

Konsepnya pun unik, yakni kegiatan siaran terbagi menjadi tiga waktu sesuai dengan pembagian waktu di Indonesia bagian barat (WIB), bagian tengah (WITA), dan bagian timur (WIT).

Untuk WIB kegiatan siaran radio mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB, WITA pada pukul 11.00 – 13.00 WITA, dan WIT pada 12.00 – 14.00 WIT.

Narasumber dari kegiatan ini pun merupakan penyiar radio kondang yang sudah tidak asing lagi bagi telinga pendengar.

Mereka adalah M. Farhan, Bayu Oktara, dan Sinam  M Sutarno. Ketiganya akan menjadi narasumber dalam kegiatan Siaran Bersama Persiari yang dipandu oleh Ardi Sarjono dari Star FM Yogyakarta, Riany Nur dari Radio Ar-Rafana IAIN Sorong, dan Ichal Kurniawan dari Insania Radio Network.

Siaran Bersama Persiari mengusung tema Bertahan, Berkreasi, Berinovasi, dan Menginspirasi.

Dari tema itu, memberikan pesan kuat kepada seluruh masyarakat bahwa eksistensi penyiar radio tetap selalu ada dengan memegang teguh pesan-pesan tersebut.

Ketua Umum Persiari Suwiryo mengatakan, banyaknya radio yang menyiarkan rangkaian kegiatan tersebut membuktikan antusiasme penyiar radio terhadap esksitensi Persiari sangat tinggi.

“Radio berbagai dari berbagai karakter berselaras menyiarkan kegiatan Siaran Bersama Persiari tersebut,” tutur Suwiryo.

Dari mulai radio komunitas. radio swasta lokal daerah, hingga radio penyiaran publik milik pemerintah daerah menyiarkan kegiatan siaran bersama tersebut.

“Lebih dari 60 radio menyiarkan secara langsung kegiatan Siaran Bersama Persiari,” kata Suwiryo melalui keterangan pers.

Secara rinci, lanjut Suwiryo, radio yang berdomisili dari sekitar wilayah Sumatera ada 13 seperti Radio DB FM, Radio Inovasi, Radio Ramama. SM Radio Tanjung Jabung, Bima Radio, Radio Batara FM, Radio Sah, Radio Bulan, Radio Nadapa FM, Diaz radio, UMSU FM, Citra FM dan a-Radio.

Kemudian, ada 9 radio yang berdomisili di Pulau Kalimantan seperti Amandit FM, Radio M Martapura, Radio Nirwana FM, Radio Beranda NKRI Nunukan, Grass FM, PAS FM, Medika FM, Radio Solata, dan Radio Gema Ketapang.

Juga ada 22 radio dari sekitar wilayah Jawa Swara Pusaka FM, Radio Immanuel, Metta Solo FM, Radika FM, Radio Abirawa FM, Radio Dutanusantara FM. Radio MQ FM, Radio Mentari FM, Liiur FM, Radio Solopos, Radio Mitra FM, Radio Suara Gratia, Radio Karimata FM. Radio SBI FM, Radio Love Jogja FM, Amber Radio, Metta Swara Indonesia, Radio Fajar FM, Tebet Radio FM, One Voice Semarang, dan Persada FM. Ada juga dari sekitar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ada sekitar 7 radio seperti Radio Victoria FM, LPPL Radio Alor, Radio Pelangi FM, Favorit Radio, Talenta FM Indonesia, Radio Lombok FM, dan LPPP RSPD Ngada.

“Terakhir ada jaringan radio Insania yang menayangkan secara langsung di 9 kabupaten dan kota di Indonesia,” tutur Suwiryo.