SOLO, MettaNEWS – Perpanjangan jam operasional Stadion Manahan Solo hingga pukul 21.00 WIB membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Solo memetakan potensi kerawanan pencegahan tindak asusila.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan mengatakan potensi kerawanan ini berdasar dari lokasi-lokasi yang masih gelap dan berpotensi untuk tindakan asusila seperti jalur lambat sisi selatan, taman dan lapangan tenis.
“Nanti kita akan masuk ke dalam karena pas hari pertama kita masuk ke dalam masih belum ada yang dikhawatirkan terjadi. Masih kita petakan keadaannya bagaimana. Nanti akan kita lihat apakah kita perlu menempatkan personel di dalam karena di sana sudah ada petugas,” ujar Arif kepada MettaNEWS, Rabu (17/5/2023).
Ada dua shift patroli rutin Satpol PP setiap harinya. Petugas Satpol PP juga ditempatkan di dua titik Stadion Manahan yakni selter dan gate A atau dekat dengan patung Soekarno duduk.
“Nanti akan kita lihat dulu kita petakan potensi kerawanan seperti apa yang muncul. Nanti akan kita undang Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai penanggung jawab hal-hal yang perlu dapat perbaikan termasuk lampu. Kemudian kita lihat sampah dan sebagainya kita evaluasi dengan OPD terkait,” jelasnya.
Tegaskan SE Wali Kota Gibran
Sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo, Stadion Manahan steril dari aktivitas masyarakat pukul 22.00 WIB. Hal ini sebagai upaya pencegahan adanya tindak asusila di lokasi rawan.
“Sudah satu tahun ini kita bagi dua shift melakukan penghalauan terhadap kegiatan PKL taman depan jalur lambat yang biasanya juga ada yang memakai untuk kegiatan di luar keolahragaan, asusila. Jadi jam 10 malam kita sterilkan,” terangnya.
Upaya pemberantasan tindak asusila di Stadion Manahan Solo sejak setahun terakhir membuahkan hasil yang cukup baik. Menurut catatan Satpol PP Kota Solo tidak ada kasus yang terjadi hingga hari ini.
“Jalur lambat sebelah selatan ada kursi biasanya di situ, siang hari kan banyak sekarang kita patrol terus dan agak turun hampir nihil laporan ataupun kejadian. Makanya sudah nggak boleh ada kegiatan,” ujarnya.
“Dengan edaran Wali Kota jam 22.00 itu harus sudah steril semua taman terbuka sudah kosong. Kemudian lapangan tenis ke utara juga kan gelap sepi menjadi tempat favorit pacaranya yang kebablasan di sana,” sambungnya.
Sebelumnya salah seorang pengunjung, Maya juga menyarankan agar Stadion Manahan ada penambahan penerangan untuk menghindari tindak asusila.
“Semoga ini long last bisa buka terus. Kalau bisa lampunya lebih banyak lagi yang dinyalain biar nggak ada hal-hal negatif di Stadion Manahan,” ujar Maya, Senin (15/5/202).







