Maraknya Gelandangan dan Pengemis di Bulan Ramadan, Satpol PP Solo Rutin Gelar Razia

oleh
Maraknya Gelandangan dan Pengemis
Penindakan Satpol PP Solo kepada Gelandangan yang mangkal di simpang 5 stasiun balapan | Dok: Satpol PP

SOLO, MettaNEWS – Maraknya Gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di Solo saat bulan Ramadan mendapat perhatian khsus dari satuan Satpol PP.

Kasatpol PP Solo, Arif Darmawan mengatakan bahwa Satpol PP Solo telah melakukan antisipasi untuk operasi atau razia penyakit masyarakat saat bulan Ramadan ini.

“Kami telah melaksanakan penghalauan di tempat mereka mangkal seperti di sepanjang Jalan Slamet Riadi, Jendeal Sudirman, Masjid Agung Keraton Solo, Masjid Zayed dan TPU. Intinya di tempat-tempat favorit PGOT (Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar) kita berlalukan penertiban biasa. Jadi tidak hanya secara khusus pada bulan ramadan ini,” ungkap Arif saat awak media konfirmasi Selasa (4/4/2023).

Ia menjelaskan selama satu bulan ini Satpol-PP telag menangkap beberapa orang. Dan telah pihaknya kembalikan atau pulangkan ke tempat asalnya.

“Dalam bulan (Ramadan-red) ini ada 3 orang yang kita kembalikan. Yakni dari Karanganyar 1 dan Sukoharjo 2 orang. Ketiga orang ini belum pernah kami tangkap sebelumnya. Jadi pemain baru atau mungkin pemain lama yang belum pernah tertangkap itu,” papar Alif.

Saat penangkapan itu Satpol PP memberikan imbauan agar para PGOT atau Gepeng melancarkan aksinya di wilayah Kota Solo. Usai itu mereka didata dan dikembalikan ke wila di asalnya.

“Operasi kita di masjid agung 1 orang pengemis dan 2 di wilayah stasiun balapan itu gelandang,” imbuhnya.

Maraknya Gelandangan dan Pengemis di Bulan Ramadan, Antisipasi Satpol PP Solo

Sebelum masuk pada bulan Ramadan Satpol PP telah mengantisipasi beberapa tempat pemakaman yang menjadi titik kumpul dari tunggon. Antisipasi ini untuk memberitahu para tunggon agar tidak bertindak semaunya.

“Kita beri poin di sini, jika terjadi pemaksaan kepada masyarakat yang hendak ke kuburan maka kita tindak. Sebenarnya kemarin kita banyak menemukan tunggon ini, tetapi secara massif tidak ada laporan pelaksanaan jadi tidak kami tindak,” jelasnya.

Pihak Satpol PP telah mengumpulkan tunggon makan ini secara bersama-sama kemudian memberikan larangan.

“Kita sampaikan untuk jangan memalak. Kemudian yang menjadi parkir dadakan kadang tarif yang di berikan ngawur kita juga beri peringatan,” ungkap Arif.

“Seperti contoh ketika ada ziarah pas Idul Fitri mereka buka parkir liar terus mematok harga ugal-ugalan pasti kita tindak bersama dishub juga,” imbuhnya.

Terkait dengan Razia Hotel pihaknya belum menemukan temuan. Satpol-PP akan terus menciptakan situasi kondusif pada tempat-tempat umum untuk masyarakat.