SEMARANG, MettaNEWS – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan event spesial untuk mengenalkan sekaligus mempromosikan potensi produk UMKM syariah di Jawa Tengah.
Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, event bertajuk Dekranasda Modest & Iftar Ramadan 2026 akan digelar selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026, di The Park Mall Kota Semarang.
Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD Pemprov Jateng, Dekranasda di 35 kabupaten/kota, pondok pesantren, siswa SMA dan SMK, hingga pelaku UMKM se-Jawa Tengah.
Kepala Disperindag Jateng, July Emmylia, mengatakan event tersebut menjadi momentum strategis untuk mendorong promosi produk UMKM syariah, khususnya sektor modest fashion dan kuliner halal yang saat ini trennya terus meningkat di masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan pasar bagi produk UMKM syariah, apalagi dilaksanakan menjelang Lebaran, sehingga peluang pasarnya sangat luas,” kata Emmy usai audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin di Ruang Kerja Wagub, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, rangkaian acara Dekranasda Modest & Iftar Ramadan 2026 akan dikemas meriah. Mulai dari bazar UMKM modest dan kuliner syariah dari 35 kabupaten/kota, fashion show Dekranasda, lomba hadroh antar OPD dan BUMD Jateng, lomba band antar SMA dan SMK, lomba tung-tung sahur, talkshow opini, hingga berbagai hiburan kesenian.
Menurut Emmy, puluhan UMKM modest fashion dan kuliner syariah akan meramaikan pameran tersebut. Sementara untuk fashion show, akan diikuti oleh Ketua Dekranasda se-Jawa Tengah, kepala OPD perempuan, serta istri pimpinan Forkopimda Jateng.
“Tren modest fashion terus berkembang dan menjadi preferensi masyarakat. Ini peluang besar bagi UMKM syariah Jawa Tengah. Kami optimistis event ini akan ramai setiap harinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan potensi UMKM syariah sebagai bagian dari dukungan terhadap program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi ramah muslim.
Untuk mendukung hal tersebut, Dekranasda telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari revitalisasi galeri Dekranasda, pelatihan membatik ready to wear dan digital marketing, hingga inkubasi bisnis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli.
Selain itu, Dekranasda juga menggandeng Bank Indonesia dalam proses kurasi produk guna meningkatkan kualitas UMKM, serta bekerja sama dengan perbankan untuk mempermudah akses pembiayaan.
Nawal berharap, melalui event Dekranasda Modest & Iftar Ramadan 2026, UMKM syariah lokal semakin mendapatkan ruang promosi yang luas dan mampu memperkuat ekonomi daerah berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai syariah.
“Banyak sekali UMKM produk muslim di Jawa Tengah, dan ini harus kita dukung agar memiliki jangkauan pasar yang semakin luas,” tuturnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyambut baik rencana penyelenggaraan event khusus Ramadan tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM syariah.
Ia juga mendorong Dekranasda Jateng untuk menggelar pameran produk UMKM syariah pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar di Jawa Tengah pada September mendatang.
“Jawa Tengah ditunjuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2026. Ini momen yang sangat tepat untuk mempromosikan potensi produk UMKM syariah kita,” kata Gus Yasin.








