Bunda Literasi Jateng Nawal Yasin Dorong Generasi Muda Berpikir Kritis Lewat Gerakan Literasi

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan pentingnya penguatan gerakan literasi sebagai fondasi mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan kreatif di tengah derasnya arus informasi digital.

Hal tersebut disampaikan Nawal dalam kegiatan pembekalan Lomba Pembuatan Resensi Buku berbasis koleksi perpustakaan tingkat SMP dan SMA sederajat di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Nawal menyampaikan, literasi tidak sekadar membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan membangun pola pikir kritis.

“Harapannya anak-anak tidak hanya membaca, tapi juga memahami, menganalisa, dan menumbuhkan critical thinking. Dari situ akan lahir gagasan-gagasan cemerlang,” ungkapnya.

Nawal yang juga menjalankan tugas mendukung program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyoroti masih besarnya tantangan literasi di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kegemaran membaca masyarakat pada 2025 baru mencapai 57,11, sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat berada di angka 38,86.

“Karena itu kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkuat literasi,” tambahnya.

Ia juga mendorong kolaborasi seluruh pihak, termasuk perpustakaan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk terus menggalakkan budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul.

Dalam kesempatan tersebut, Nawal turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah. Selain pembekalan lomba resensi, rangkaian acara juga meliputi bazar buku, lomba baca puisi berantai tingkat SMA, lomba lukis tong sampah, serta pameran buku.

Tak hanya itu, bantuan ratusan buku juga diserahkan untuk perpustakaan di Masjid Agung Jawa Tengah Magelang, sejumlah sekolah, serta komunitas literasi.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, menjelaskan pembekalan lomba resensi diikuti sekitar 30 siswa SMP dan SMA. Para peserta akan mendapatkan bimbingan dari dosen jurnalistik Universitas Diponegoro dalam menyusun resensi berkualitas.

“Harapannya siswa tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga mampu berpikir kritis dalam mengulasnya,” katanya.

Ia menambahkan, pemenang tingkat provinsi nantinya akan mewakili Jawa Tengah di ajang nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi semakin tumbuh dan melahirkan generasi muda yang kritis serta berdaya saing tinggi.