SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan Lomba Pengecatan Gapura Kota Surakarta 2026 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar di Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Rabu (2/7/2026), ini bertujuan menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat sekaligus mempercantik wajah kampung di seluruh Kota Solo.
Peluncuran lomba dilakukan oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Surakarta, jajaran organisasi perangkat daerah, para camat dan lurah, serta perwakilan masyarakat.
Antusiasme warga terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Hingga hari peluncuran, sebanyak 151 gapura dari berbagai kelurahan telah mendaftar sebagai peserta. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena pendaftaran masih dibuka bagi kampung-kampung yang ingin ikut berpartisipasi.
Dalam sambutannya, Astrid Widayani mengatakan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Agustusan bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat kebersamaan. Melalui lomba gapura ini kita ingin mengajak seluruh warga bergotong royong membangun kampungnya masing-masing agar semakin bersih, indah, dan membanggakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa gapura bukan hanya sekadar pintu masuk wilayah, tetapi juga mencerminkan identitas, karakter, dan kebanggaan masyarakat di setiap kampung.
“Gapura adalah identitas, wajah, dan kebanggaan masyarakat. Melalui lomba ini kita ingin membangkitkan kreativitas warga sekaligus menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal,” kata Astrid.
Menurutnya, setiap kampung diharapkan mampu menghadirkan desain gapura yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, dan potensi wilayah masing-masing.
Ia juga mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh warga, pemuda, hingga anak-anak dalam proses pengerjaan gapura. Menurutnya, nilai utama lomba ini bukan semata hasil akhir, melainkan proses kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat.
“Libatkan seluruh elemen masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga,” ujarnya.
Lomba ini akan diawali dengan sosialisasi dan pendampingan di lima kecamatan agar peserta memahami mekanisme serta kriteria penilaian. Adapun penilaian mencakup kreativitas desain, kesesuaian tema, kualitas pengecatan, penguatan unsur budaya lokal, kebersihan lingkungan, serta partisipasi masyarakat.
Astrid optimistis, melalui kegiatan ini, kampung-kampung di Surakarta akan semakin tertata dan memperkuat citra kota sebagai daerah yang bersih, kreatif, ramah, serta berbudaya. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya potensi wisata kampung di Kota Solo.
Peluncuran lomba ditandai dengan pengecatan simbolis pada sketsa gapura oleh Wakil Wali Kota Surakarta bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan masyarakat.
Lomba Pengecatan Gapura Kota Surakarta 2026 ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Surakarta dengan PT Citra Warna Angkasa, produsen cat tembok Welden berstandar SNI. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang indah, bersih, serta berkarakter, sekaligus menjaga tradisi gotong royong sebagai identitas Kota Solo.








