SOLO, MettaNEWS – Akhir semester tahun ini, Surakarta menempati posisi pertama untuk ungkap kasus peredaran narkoba (narkotika dan obat berbahaya).
Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta, sepanjang tahun 2023 tercatat 130 kasus terkait narkoba.
Kepala BNN Kota Surakarta David Henry Andar Hutapea menyampaikan hal tersebut pada rilis akhir tahun di kantor BNN Surakarta, Rabu (27/12/2023).
“Tahun ini Kota Surakarta mendapat target minimal ungkap 1 kasus berjaringan. Bulan Februari sudah terpenuhi itu targetnya. Dengan pengungkapan tersebut menempatkan Surakarta pada peringkat tertinggi kasus narkotika di Jawa Tengah,” ujar David
Dengan capaian ini, David mengatakan Solo harus lebih hati-hati. Karena sudah menjadi salah satu incaran peredaran narkoba kelas kakap.
“Dinamika kemajuan Kota Solo juga memberi dampak. Banyaknya event-event dan hiburan di Solo mengundang banyak orang masuk ke Solo. Ini menjadi perhatian terutama kerawanan peredaran narkoba,” jelas David.
Kasus peredaran narkoba ini lanjut David membutuhkan intervensi dari masyarakat. Hal ini untuk membendung peredaran yang semakin masif.
“Sindikat narkoba sudah makin pintar. Jadi ada minimal barang bukti yang bisa kita kategorikan sebagai pengedar. Jadi mereka bawa pas transaksi sedikit-sedikit. Biar kalau ada penangkapan masuknya pemakai bukan pengedar. Mereka mau repot dengan 2-3 kali antar barang, akalnya semakin jalan,” beber David.
David juga menyebut sebenarnya masyarakat sudah mendukung dan sering melaporkan adanya kasus narkoba di lingkungannya.
“Sekarang hampir semua rumah punya CCTV. Ada yang pas bergerak tuh kena.CCTV tapi warga kan ga rutin ngecek CCTV nya jadi ya ada yang lewat 2 hari baru lapor. Tapi bisa membantu juga. Dari situ kita bisa cek plat nomornya,” terang David.
David menekankan target ungkap kasus narkoba di Surakarta adalah untuk jaringan narkoba. Bukan kasus yang berhenti hanya sampai pengedar tapi menjalar hingga jaringannya.
“Dari kasus yang kami tangani ada yang barang buktinya termasuk kecil yakni 4.6 gram. Tapi ini bagian dari jaringan Kampung Ambon. Operasi gabungan jug berhasil mengungkap 1 Kg Sabu di Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Juga 2 Kg ganja di Jumapolo. Yang tertangkap itu barang bukti tinggal sisa-sisa. Setelah kita analisa ada sejumlah lain yang mgkin lebih besar sudah lolos. Ini memprihatinkan dan menjadi konsen kita,” tandasnya.
Menurut David, usia produktif menjadi sasaran pengedar narkoba. Sistem peredarannya juga semakin canggih. Yakni melalui online shop sehingga petugas susah untuk mendeteksinya.
“Peredaran narkoba paling banyak usia produktif karena sudah ada penghasilan. Selain lewat online yang harus kita waspadai juga sabu cair lewat Vape yang sudah marak di Jakarta,” ungkapnya.
BNN Kota Surakarta, lanjut David menjalankan 4 pilar yakni soft power, hard power, smart power dan cooperation power approach.
Melingkupi 6 wilayah zonasi yakni Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan Boyolali.
Sepanjang tahun 2023 ini BNN Surakarta telah melakukan lebih dari 203 sosialisasi. Pembentukan 13 Kelurahan Bersinar yang akan terus bertambah pada tahun 2024 nanti. Juga tes urin di 11 tempat seperti Terminal Tirtonadi, Stasiun Solo Balapan, BKD, Rutan Boyolali, Lapas Sragen, DPRD Surakarta, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, kelurahan Stabelan dan Sudiroprajan, Kampus ISI Surakarta, KPP Sukoharjo dan tempat hiburan malam.








