SOLO, MettaNEWS – Kendal Tornado FC menutup rangkaian uji coba dengan hasil meyakinkan. Tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu membungkam Persiharjo Sukoharjo dengan skor telak 5-0 pada laga latih tanding di Stadion Sriwedari, Minggu (21/12) sore.
Lima gol kemenangan Kendal Tornado FC dicetak Patrick Cruz, Yudha Alkanza, Saiful Arifin, Muhammad Ragil, serta satu gol bunuh diri pemain Persiharjo. Hasil tersebut sekaligus menjadi penutup agenda uji coba sebelum Tornado FC mengalihkan fokus ke laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026.
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, menyebut sejatinya timnya merencanakan tiga laga uji coba. Namun, sejumlah kendala membuat program tersebut disederhanakan menjadi dua pertandingan.
“Kami sebenarnya menjadwalkan tiga uji coba. Tapi karena ada beberapa kendala, akhirnya kami maksimalkan dua laga, melawan Demak dan Persiharjo,” ujar Stefan usai pertandingan.
Meski menang besar, Stefan menegaskan hasil akhir bukanlah fokus utama dalam uji coba kali ini. Ia lebih menekankan pada proses dan evaluasi pemain, khususnya mereka yang selama ini minim menit bermain di laga resmi.
“Di pertandingan ini kami tidak melihat hasil. Yang kami lihat adalah mental dan performa pemain-pemain yang jarang dimainkan,” jelasnya.
Pada laga tersebut, Kendal Tornado FC juga tidak tampil dengan kekuatan penuh. Sejumlah pemain inti, termasuk dua legiun asing Juan Morales dan Felipe Ryan, harus absen karena sakit. Begitu pula Bayu Fiqri yang tidak diturunkan.
“Kami sengaja melakukan simulasi dengan pemain yang selama ini kurang mendapat kesempatan bermain. Ini bagian dari evaluasi dan persiapan tim,” tambah pelatih asal Surabaya itu.
Usai menutup uji coba, Kendal Tornado FC kini sepenuhnya mengalihkan fokus ke laga tandang melawan Persiba Balikpapan di Stadion Batakan, 28 Desember mendatang. Waktu persiapan yang tersisa sekitar empat hari akan dimaksimalkan untuk mematangkan taktik dan strategi.
Tim dijadwalkan bertolak ke Kalimantan pada 26 Desember. Stefan berharap kondisi fisik dan performa para pemain tetap berada pada level terbaik saat kompetisi kembali bergulir.
“Kami ingin peak performance anak-anak tetap terjaga hingga pertandingan berikutnya,” pungkasnya.







