SUKOHARJO, MettaNEWS – Sayuti (63) mengibaskan topinya seakan panas tidak membuat semangatnya pudar untuk memberi pupuk ke tanaman padi miliknya yang berumur sekitar 25 hari. Ini sudah saya taburi pupuk dua kali mas, karena kualitas tanamannya agak kurang, daun padinya menguning, padahal kalau kualitasnya bagus daun padinya akan tumbuh merata dan berwarna hijau.
Pupuk subsidi jenis ZA dan Phonska diakuinya berperan dalam pertumbuhan padi berkualitas, jikalau normal padi akan ditaburi pupuk pada hari ke 15 dan 40. Sementara akan siap dipanen sekitar 110 hingga 115 hari.
PT Pupuk Indonesia mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi menjelang musim tanam ketiga tahun 2025. Perusahaan memastikan ketersediaan stok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani hingga akhir tahun. PT Pupuk Indonesia di awal November 2025, sebanyak 6,5 juta ton pupuk subsidi telah disalurkan dari total kuota nasional 9,55 juta ton.
Untuk mengejar target penyaluran, Pupuk Indonesia mengerahkan seluruh tenaga penjualan dan kios resmi di berbagai daerah. Fokus utama diarahkan kepada petani yang sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sebagai syarat utama penebusan pupuk subsidi.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan siap mengawal penyaluran pupuk agar sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) terbaru, menyusul kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan pengawasan dilakukan melalui sistem digital i-Pubers dan Command Center, yang memungkinkan pemantauan stok, penyaluran, dan transaksi penebusan secara real-time di seluruh Indonesia. Semoga dengan turunnya harga pupuk subsidi, petani Indonesia semakin kaya dan sejahtera.

[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani mencampur pupuk bersubsidi ZA dan Phonska di lahan persawahan desa Sambi Lawang, Demakan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025). PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya mempercepat penyaluran pupuk subsidi guna mengejar target distribusi 9,55 juta ton pada musim tanam ketiga tahun 2025 dengan mengerahkan kios penyalur dan mempercepat tebusan petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. [Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]

[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani menaburkan pupuk bersubsidi campuran ZA dan Phonska di lahan persawahan desa Sambi Lawang, Demakan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025). PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya mempercepat penyaluran pupuk subsidi guna mengejar target distribusi 9,55 juta ton pada musim tanam ketiga tahun 2025 dengan mengerahkan kios penyalur dan mempercepat tebusan petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. [Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]

[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani menaburkan pupuk bersubsidi campuran ZA dan Phonska di lahan persawahan desa Sambi Lawang, Demakan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025). [Bram Selo | Kontributor Mettanews]

[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani menaburkan pupuk bersubsidi campuran ZA dan Phonska di lahan persawahan desa Sambi Lawang, Demakan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025). PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya mempercepat penyaluran pupuk subsidi guna mengejar target distribusi 9,55 juta ton pada musim tanam ketiga tahun 2025 dengan mengerahkan kios penyalur dan mempercepat tebusan petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. [Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani menaburkan pupuk bersubsidi campuran ZA dan Phonska di lahan persawahan desa Sambi Lawang, Demakan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025). PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya mempercepat penyaluran pupuk subsidi guna mengejar target distribusi 9,55 juta ton pada musim tanam ketiga tahun 2025 dengan mengerahkan kios penyalur dan mempercepat tebusan petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. [Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]

[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]



















