SOLO, MettaNEWS – Rotary Club of Solo Raya menyerahkan satu unit kapal pembersih sampah kepada Pemerintah Kota Surakarta di Bendung Karet Tirtonadi, Kamis (8/5/2025),. Bantuan ini diserahkan langsung oleh President Rotary Club of Solo Raya, Kristin Susana, didampingi District Governor Rotary 3420 Suzana Chandra dan Past President Rikawati, kepada Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
President Rotary Club of Solo Raya, Kristin Susana menyampaikan, kapal pembersih yang terbuat dari perahu aluminium ini mampu menampung hingga 1.200 kg sampah.
“Nantinya, kapal akan dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta dalam upaya menjaga kebersihan sungai, khususnya di kawasan Bendung Tirtonadi,” ungkapnya.
Tidak hanya penandatangan Berita Acara Serah Terima saja, Wawali Astrid bersama member Rotary Club of Solo Raya dan para relawan juga terjun langsung untuk
mencoba kapal dan melakukan pembersihan sampah di sekitar sungai bendung Tirtonadi
“Bantuan kapal ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan untuk mewujudkan Solo yang bersih, sehat, dan Lestari,” tegas Kristin.
Astrid menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret yang diambil komunitas Rotary.
“Rotary adalah salah satu komunitas yang konsisten memberi kontribusi nyata. Hari ini, mereka menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sungai,” tutur Astrid.
Dalam acara peluncuran, Astrid dan jajaran Rotary Club turut serta menjajal kapal sekaligus memungut sampah di sungai secara manual menggunakan jaring. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah relawan peduli sungai.
Menurut Astrid, kolaborasi antara Rotary Club, relawan, dan pemerintah dapat meningkatkan efektivitas penanganan sampah sungai, terutama di musim kemarau yang memungkinkan pengangkutan sampah lebih maksimal.
“Kami mengarahkan DLH dan para pemangku kepentingan untuk bergerak bersama. Ini waktu yang tepat untuk membersihkan sungai karena tenaga relawan dan fasilitas sudah tersedia,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi teknis kapal, terutama ukuran jaring dan baling-baling kapal.
“Perlu dikaji agar bisa menjangkau sampah-sampah besar yang terbawa arus,” tutupnya.








