Respati Ardi Tegas Berantas Jukir Nakal di Solo, Dua Pelaku Diamankan Polisi

oleh
oleh
Wali Kota Respati Ardi | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS — Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menindak tegas praktik juru parkir (jukir) nakal dan liar yang meresahkan masyarakat. Penindakan tersebut dilakukan bersama aparat kepolisian guna menciptakan ketertiban dan menjaga citra Kota Solo.

Pernyataan itu disampaikan Respati menanggapi aduan masyarakat terkait dua jukir yang diduga mematok tarif parkir tidak wajar di kawasan GOR Sritex Laweyan beberapa waktu lalu.

Menurut Respati, selain dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Surakarta, penertiban juga melibatkan aparat kepolisian. Saat ini, dua orang jukir yang dilaporkan warga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini kedua preman parkir tersebut sudah diamankan Polsek Laweyan. Sudah diamankan petugas,” kata Respati, Kamis (28/5/2026).

Respati menegaskan, praktik pungutan liar dan parkir ilegal akan terus ditindak karena dapat merugikan masyarakat sekaligus mencoreng wajah Kota Solo sebagai kota yang aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

“Ini menjadi perhatian serius kami di Pemerintah Kota Surakarta. Kami tidak ingin ada yang dirugikan baik itu dari masyarakat maupun citra Kota Solo. Silakan masyarakat melaporkan jika menemukan praktik jukir yang mematok harga tinggi atau tidak sesuai,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menggunakan kanal aduan resmi yang telah disediakan pemerintah apabila menemukan praktik parkir liar maupun pungutan yang tidak sesuai ketentuan.

Lebih lanjut, Respati menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Solo terus melakukan pembinaan terhadap para juru parkir agar bekerja secara tertib, santun, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Sebagai langkah penataan, Pemkot Solo juga akan memberikan identitas khusus kepada para jukir resmi guna memudahkan pengawasan dan mencegah kebocoran retribusi parkir.

“Intinya kita menghindari praktik pungutan liar. Yang terpenting adalah jukir menjadi sopan, baik, bisa melayani masyarakat dengan baik, dan tidak ada kebocoran lagi,” imbuhnya.

Pemkot Surakarta berharap langkah tegas tersebut dapat menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kota.