SOLO, MettaNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo menggelar pelatihan siaga bencana bersama 700 siswa TK dan SD Al Azhar Syifa Budi Solo, Jumat (25/11/2022). Dalam patihan ini Politeknik Akbara menghadirkan tokoh serial manga Jepang Naruto dan Pensiunan Tamtama TNI Angkatan Darat, Kopral Bagyo.
Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa sekolah apabila terjadi bencana. Hal ini berkaca pada gempa bumi yang terjadi di Cianjur Jawa Barat. Di mana sebagian besar korbannya merupakan anak-anak.
Ratusan siswa tersebut begitu semangat mencoba setiap pelatihan yang diberikan. Ada yang berlari, mencoba melindungi kepala hingga bersembunyi di bawah meja saat terjadi gempa.
Mereka juga tampak senang dengan kehadiran Naruto bernama David Widya dalam pelatihan itu.
“Kami Politeknik Akbara telah mengirim relawan medis ke lokasi bencana. Namun tidak kalah penting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada anak-anak, bagaimana cara upaya penyelamatan diri jika terjadi bencana khususnya gempa yang tiap saat bisa saja terjadi,” ujarnya kepada MettaNEWS.
Mahasiswa Akbara jurusan Penanggulangan Bencana tersebut penggunaan karakter Naruto dirasa lebih efektif untuk mengedukasi anak-anak perihal bencana.
“Naruto itu merupakan karakter yang suka menolong banyak orang. Jadi lewat Naruto saya bisa mengajarakan evakuasi, menyelematkan diri ke anak-anak itu lebih mudah diingat,” ujarnya.
Kostum Naruto didesain secara khusus menyesuaikan kebutuhan lapangan. Sehingga David tetap bisa mengajar dengan mudah.
“Cara ini sudah saya pakai sejak 2018 pas gempa Lombok. Karena kita menyasar anak-anak sekolah maupun mereka yang mengungsi saya rasa karakter Naruto bisa juga menghilangkan trauma bagi mereka yang terdampak gempa,” ujarnya.
Sementara itu, siswa kelas 6 Abdurrahman Al Azhar, Muhammad Azhar Rifki Zulkarnaen merasa sangat senang dengan adanya pelatihan bencana bareng Naruto.
“Menarik banget, agak susah tapi seru juga karena ada Naruto. Pengin ada lagi kalau menurut aku yang paling menarik yang sedekah,” ujarnya.
Siswa berusia 11 tahun itu berharap mereka yang terdampak gempa Cianjur tetap semangat menghadapi cobaan ini.
“Buat teman-teman yang di Cianjur sehat selalu, yang sakit semoga cepet sembuh, buat yang ngungsi semoga bisa membangun semangat lagi,” ucap Rifki.

Di sesi terakhir, ratusan siswa tersebut berdonasi untuk korban gempa Cianjur. Mereka berbaris rapi dan secara bergantian memasukkan sumbangan ke dalam kotak kardus donasi.
“Penggalanan dana ini jadi aksi nyata yang nantinya akan disalurkan ke PMI Solo, diharapkan kepedulian sosial anak-anak terhadap sesama bisa tumbuh,” kata Eko wardana Huumas dan Publikasi SD AL Azhar Syifa Budi Solo.








