Ratusan Seniman Peringati Sumpah Pemuda di Solo Hadirkan Rhapsody Nusantara, Seribu Budaya, Sejuta Cinta dalam Satu Bahasa

oleh
oleh
Rhapsody Nusantara bangkitkan semangat Sumpah Pemuda, Jumat (28/10/2022) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Mengangkat kembali semangat Sumpah Pemuda, seratusan seniman dari berbagai genre musik mempersembahkan mahakarya pemuda pemudi Solo lewat Rhapsody Nusantara. Konser musik memperingati Sumpah Pemuda ke 94 dan pentingnya emansipasi wanita ini akan berlangsung pada 28 Oktober 2022 di Diamond Solo Convention Center.

Kedua semangat itulah yang hendak ditampilkan dalam sebuah pertunjukan Rhapsody Nusantara, sebuah kolaborasi oleh sejumlah performer ternama yang meliputi bidang musik tari, dan puisi. Performer yang akan ikut serta diantaranya adalah Singgih Sanjaya beserta orkestra miliknya, musisi Dira Sugandi, David Bayu, Daniel Kristanto. Sruti Respati, Kenny Gabriel, Michael Jakarimilena, kelompok Gamelan Kolintang Gratia, Voca Erudita, Filda Wibowo, Melati Arumsari, Dewi Pembayun, dan beberapa pelaku seni dari Kota Solo yang terlibat.

Penanggung Jawab Acara Rhapsody Nusantara, Riel Tasmaya menyampaikan konser ini mengambil momentum Sumpah Pemuda untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

“Sumpah Pemuda adalah sesuatu yang tidak bisa kita lupakan. Harus kita ingatkan dan tanamkan pada generasi saat ini. Bagaimana perjuangan dan persatuan adalah kunci merebut kemerdekaan. Generasi sekarang harus punya spirit yang sama dan ini menjadi tulang punggung mereka,” kata Riel dalam pers conference Rhapsody Nusantara di Diamond Solo Convention Center, Rabu (26/10/2022).

Riel mengatakan, kolaborasi artis dan seniman dengan latar belakang yang berbeda-beda ini mencoba meramu antara orkestra, musik tradisional, musik pop saat ini dengan benang merah yang menyatukan adalah Sumpah Pemuda.

“Harapannya acara ini menjadi historical, monumental untuk kita semua. Bisa menjadi 1 acara yang sangat bermakna. Suatu saat kita bisa ingat makna-makna yang tersirat dari setiap performance ada satu pesan yang generasi sekarang ingat dan menerapkan dalam hidup mereka,” tutur Riel.

Rhapsody Nusantara terbuka untuk umum dan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan. Tiket telah dibuka pada tanggal 18 Oktober 2022 dan habis melalui kanal pemesanan tiket dalam waktu 2 hari. Hal tersebut membuktikan adanya antusias yang luar biasa dari Masyarakat Solo dan sekitarnya.

“Konser Rhapsody Nusantara diharapkan mampu membawa kembali semangat sumpah pemuda dan semangat itulah yang membawa kita semua menuju Indonesia Maju,” tegas Riel.

Mewakili Pemerintah Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tamso mengatakan, Pemkot Solo sangat mendukung kegiatan yang bersifat positif dan berguna bagi generasi muda.

“Kami sangat berbangga event ini bisa terlaksana di Surakarta karena event ini yang luar biasa. Tentu masyarakat Solo mendukung event ini. Solo banyak sekali event dan menterjemahkan visi dari Mas Wali,  terlebih ini terkait kepemudaan, milenial nyambung sekali dengan Wali Kota kita yang muda juga,” kata Tamso.

Sementara itu, Direktur Dana Jasa dan Usaha Mikro Kecil Menengah Bank Jateng, Irianto Harko Saputro menjelaskan Bank Jateng sebagai sponsor terus mendukung event-event yang bertujuan untuk kemajuan Kota Solo.

“Kami mendukung program Pemerintah memulihkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Ini momentum yang bagus sekaligus juga untuk mendorong suasana kondusif, menggairahkan perekonomian dalam rangka menyongsong G20 di Indonesia,” ungkap Irianto.

Penata Musik gelaran Rhapsody Nusantara, Singgih Sanjaya yang diwakili oleh sang putri, Sheila Sanjaya menambahkan event ini mendapat tempat tersendiri di hati ayahnya.

“Ini sangat luar biasa karena beliau putra asli Solo dan sudah 40 tahun berkarir di musik. Bangun Pemuda Pemudi jadi gong untuk menyadarkan kita semua untuk terus mengingat dan menerapkan semangat Sumpah Pemuda untuk persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Eksekutif Produser sekaligus Penampil, Filda menambahkan Sumpah Pemuda perlu disuarakan dengan mengikuti perkembangan zaman.

“Rhapsody adalah one movement dari berbagai aliran digubah menjadi satu. Indonesia punya pulau dan suku yang beragam maka kita pilih Rhapsody. Performance kita dari bermacam suku, melibatkan pemuda dan pemudi menjadi satu dalam konser ini,” pungkasnya.