SOLO, MettaNEWS- Warga Pasar Gading Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon Solo digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di sebuah toko kosong Jalan Veteran Nomor 34 Solo, Rabu (26/10/2022).
Berdasarkan keterangan saksi mata pertama, Mardi (52) warga Mojosongo yang berporofesi sebagai tukang parkir di sekitar TKP mengatakan, korban meninggal dunia bernama Stefanus Agung Nugroho atau SAN (48) warga asal Jatiteken RT 3 RW 5 Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo.
Dikatakan Mardi, sehari-hari SAN bekerja sebagai tukang becak tersebut ditemukan dalam keadaan tak berdaya di depan toko kosong sekitar pukul 15.30 WIB. Tepat di sampingnya terdapat becak merah yang biasa SAN gunakan untuk mencari penghasilan.
“Setengah 4 tadi saya lihat orangnya (SAN) bersandar di pintu toko, nafasnya tersengal-sengal lalu saya tinggal cari makan tapi saya nengok sini dulu saya lihat kok sudah terlentang mangap (menganga) mulutnya. Perutnya saya lihat sudah tidak bergerak saya lantas manggil rekan-rekan yang lain minta pertolongan ada yang meninggal terus pada telepon polisi,” terang pada MettaNEWS, Rabu (26/10/2022).
Berdasarkan keterangan Mardi, ia cukup lama mengenal SAN. Mardi menyebut sehari-harinya SAN menarik becak dan mangkal di perempatan Grobakan Utara dekatn Toko Panorama Gajahan, Pasar Kliwon Solo.
“Dulu biasanya Agung tidur di Gereja San Inigo Dirjodipuran Gajahan itu terus sekarang pindah ke Jati Tengen Mojolaban. Ini posisi diansudah mau pulang karena sekarang kan memutar saya kira dia nggak kuat terus ke toko tadi,” terang Mardi.
Mardi mengenal SAN cukup lama. Dikatakan Mardi SAN tidak memiliki istri ataupun anak alias hidup membujang sepanjang hidupnya. Sepengatahuan Mardi, SAN sudah membecak sejak usianya 25 tahun. Sebelumnya ditemukan meninggal dunia, kepada Mardi SAN mengeluh batuk dan sesak. Namun pria kelahiran 1974 tersebut memilih untuk tetap narik becak.
Saat mengetahui SAN meninggal dunia Mardi lantas meminta bantuan. Tak berselang lama sejumlah ambulance dan tim inafis Polsek Pasar Kliwon datang ke TKP mengevakuasi jenazah SAN.
“Manggil Polsek Pasar Kliwon dan langsung datang ambulance, keluhan batuk-batuk sesek gula darahnya tinggi kakinya sudah membusuk mengelupas semua,” kata Mardi.
Saksi dua, Supardi (75) warga asal Mojo mengaku sudah meminjamkan becak miliknya ke SAN selama 15 hari.
“Saya yang punya becak ini sudah dipinjam 15 hari saya pinjami karena kasihan orang nggak punya kenal di jalan. Biasanya mangkal di sini setiap harinya, dipakai buat narik. Saya nggak matok setoran ini juga belum menerima saya,”’kata Supardi.
Menurut Supardi ia melihat gelagat aneh SAN yang nampak berbeda dari biasanya yakni sering melamun.
“Kalau tanda-tanda sakit saya nggak tahu cuma domblang domblong melamun terus, nggak ngeluh,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan MettaNEWS, ada empat unit mobil ambulance yang berada di TKP. Pada pukul 16.30 WIB jenazah dibawa tim inafis ke RS Moewardi untuk mengetahui penyebab kematian SAN.









