SOLO, MettaNEWS – Dinas Perhubungan Kota Solo melaporkan ratusan penyekat jalan hilang sepanjang bulan Desember dan awal Januari. Perangkat road barrier besi yang biasa digunakan untuk merekayasa lalu lintas itu raib dari beberapa titik di dalam kota. Penelusuran dengan kamera CCTV, pencuri beraksi menggunakan mobil pikap berpelat nomor warna merah dan seragam ala pekerja proyek.
Kepala Dinas Perhubunganm Taufiq Muhammad menyebut, pihaknya melaporkan kasus ini ke Polresta Surakarta. Jumlah road barrier yang hilang lebih dari 100 unit.
“Lokasi pencurian ada di 3 titik, yakni di Jalan Juanda Jurug, perempatan Gendengan di timur markas Polresta dan di Jalan Gatot Subroto. Waktu kejadian ada yang siang, sore dan malam. Pelaku dua orang mengenakan baju ala pekerja proyek dengan rompi oranye dan topi proyek. Mereka menggunakan kendaraan Daihatsu pikap berpelat nomor merah,” ungkapnya, Rabu (4/1/2023).
Taufiq memaparkan, pencurian penyekat jalan dilakukan 3 kali dalam kurun waktu 2 minggu. Yang pertasma terjadi pada 21 Desember 2022, komplotan pencuri mengangkut barrier di wilayah Jurug.
“Itu barrier yang kita gunakan untuk menutup akses jalan Jembatan Jurug yang saat ini masih proses pembangunan,” lanjutnya.
Kemudian pada tanggal 30 Desember 2022 komplotan ini mengondol penyekat jalan di wilayah Gatot Subroto, sehari sebelum pelaksanaan CFN. Pihak Dishub baru menyadari kehilangan itu, saat mereka bersiap merekayasa lalu lintas menjelang pesta rakyat pergantian tahun di Slamet Riyadi.
Namun, meski sudah menyadari kehilangan, pencurian terus berlanjut. Selasa (3/1) pencuri kembali mengangkut barrier besi yang tertata di pinggir jalan, tidak jauh dari markas Polresta.
“Itu tiga titik yang kami tahu. Kami masih menghitung jumlahnya, tapi sementara bisa kami sebut jumlahnya di atas 100 unit,” kata Taufiq.
Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Djohan Andika mengungkapkan, pihaknya masih menunggu perlengkapan berkas-berkas dari Dishub.
“Ketika laporan selesai, berkas-berkas semua lengkap, kami akan langsung melanjutkan kasus tersebut,” ungkapnya Rabu sore (4/1).
Ratusan Penyekat Jalan Hilang, Segini Kerugiannya
Taufiq mengestimasi kerugian akibat pencurian ratusan penyekat jalan yang hilang. Dia menyebut satu unitnya bernilai Rp 2 juta. Jika jumlah total sekitar 100 unit, maka kerugian tidak kurang dari Rp 200 juta.
“Namun, kerugian yang utama tentu hilangnya fasilitas publik. Kami akan kerepotan, misalnya nanti saat Car Free Day hari Minggu, sarana itu ada untuk merekayasa lalu lintas demi keamanan pengguna jalan. Perangkat itu juga penting untuk memagari lokasi proyek, atau saat mengamankan kunjungan VVIP, dan sebagainya,” ujarnya.
Kasus pencurian serupa pernah terjadi di masa lalu. Sekitar 4 tahun lalu, dan juga terjadi tahun 2019.
Namun kenapa hal tersebut bisa terjadi kembali? Apa karena uang? Bagaimana cara mereka menjual? Apakah dengan menjual kepada tukang rongsokan ?
Jika memang benar pencuri menjualnya sebagai besi rongsokan, Taufiq menaksir barrier seberat 30 kg itu paling bernilai kurang dari Rp 200.000. Itu jika mengacu harga besi rongsokan saat ini Rp 3.500 – Rp 6.500 per kg. Jika mengambil harga tertinggi 6.500 dikali 30 maka menghasilkan angka tersebut, atau perolehan maksimal Rp 20.000.000 untuk 100 unit.
“Ini mengherankan. Perolehan yang cukup kecil, mengingat pelaku juga pasti kesulitan menjual properti pemerintah. Dia juga butuh mobil dan lain-lain, modalnya agak banyak. Ya semoga saja polisi berhasil menangkap mereka sebelum berhasil menjual barang curian,” harap Taufiq.








