Proyek Viaduk Gilingan Berlanjut ke Pengerjaan Terowongan Pedestrian, Warga Ngemplak Sambat Tak Dapat Penghasilan

oleh
terowongan
Warga Ngemplak Rejosari Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari, Solo beraktivitas di antara proyek Viaduk Gilingan dan terowongan pedestrian Masjid Raya Sheikh Zayed, Jumat (14/7/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Warga di sekitaran proyek Viaduk Gilingan Banjarsari Solo mengeluh lantaran proyek yang tak kunjung selesai. Sebelum dibuka pada 8 Juli 2023, proyek Viaduk Gilingan sudah molor selama hampir dua bulan dari rencana selesai pada Mei lalu.

Setelah dibuka pun, masih ada pengerjaan terowongan pedestrian menuju Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Dampak perubahan Viaduk Gilingan juga membuat akses jalan warga juga kurang memadai. Pantauan MettaNEWS, jalur jalan masih berupa tanah dan bebatuan belum diaspal.

Warga Ngemplak, Rejosari, Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari, Solo, Sutopo pun harus merelakan penghasilannya sebagai tukang packing paket menurun sejak proyek ini berlangsung.

“Mintanya ya proyeknya cepat diselesaikan buat kerja masayarakat. Packingan paket dari Solo Balapan se-Solo nurunin naikin barang nggak bisa kan harus pakai mobil. Jadi gimana biar sama-sama enaknya, sudah lebih dari setengah tahun gini terus apa nggak susah,” ujar Sutopo saat berbincang dengan MettaNEWS, Jumat (14/7/2023).

Biasanya Sutopo mendapat tambahan pelanggan dari pengendara yang melintasi Viaduk Gilingan. Setelah Viaduk Gilingan diperdalam menjadi 4,2 meter, pengendara pun enggan datang ke tempatnya.

“Ini menyusahkan yang packing-packing itu kan jalan orang biasanya berhenti. Minta pertanggung jawabannya gimana,” pintanya.

Dalam sehari Sutopo biasa mendapat penghasilan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Namun kini mencari Rp 5.000 saja sulit.

“Pelanggan nggak banyak yang datang ini susah padahal setiap hari sebelum ada proyek Rp 100 ribu Rp 200 cepat kalau gini cari Rp 5 ribu aja susah. Terus gimana susah pelanggan lari, padahal kalau sudah selesai proyeknya cari pelanggan lagi kan susah,” ujar Sutopo.

Keluhan yang sama juga dirasakan Yuli, tukang las di Ngemplak Banjarsari Solo. Diakui Yuli penghasilan bengkel lasnya.

“Penghasilannya turun drastis nggak ada jalan juga nggak bisa lewat. Ini kan di perdalam orang-orang jadi nggak bisa masuk ke bengkel las saya. Ini jadi tinggi bangunan warganya,” terangnya.

Sejauh ini pihaknya belum menerima solusi dari Pemerintah Kota Solo. Ia pun mengaku bingung untuk mengadu ke siapa.

“Belum ada solusi sama sekali dari dinas mau ngadu ke siapa bingung. Mau dikerjain kapan mau bagaimana kita juga kurang tahu bingung belum ada kejelasan. Ini aksesnya gimana dari proyek dari dinas belum tahu,” jelasnya.

Dikatakan Yuli, dampak proyek Viaduk Gilingan dan terowongan pedestrian Masjid Zayed membuat dua warung tutup lantaran sepi pembeli. Sementara beberapa warung yang bertahan hanya mengandalkan pembeli dari pekerja proyek saja.

“Itu malah ada yang tutup dua aksesnya nggak ada orang beli nggak ada. Ini yang beli cuma orang proyek kalau sudah nggak ada proyek kan bingung dapat pelanggannya. Itu rosokan juga biasanya orang lewat jual,” terang dia.

Terowongan Pedestrian Masjid Zayed Rampung Sebelum Akhir Tahun

Berita sebelumnya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming akan menyiapkan koridor atau pedestrian yang menghubungkan antara Stasiun Balapan-Masjid Raya Sheikh Zayed-Pura Mangkunegaran.

Gibran melihat perkembangan Masjid Raya Sheikh Zayed dan Mangkunegaran selalu ramai dikunjungi banyak orang.

“Koridor ini untuk mempermudah akses. Jadi dari Balapan bisa jalan kaki ke Masjid Zayed, bisa jalan kaki ke Mangkunegaran,” jelas Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (4/7/2023).

Namun pembangungan koridor ini lanjut Gibran belum bisa terealisasi pada tahun ini.

“Kalau dana hibah UEA turun kita gunakan untuk memperbaiki kawasan Jalan Ahmad Yani tepatnya depan Masjid Raya Sheikh Zayed,” ujarnya.

Ia menuturkan realisasi pedestrian ini nantinya akan berjalan secara bertahap.

“Realisasi konektivitas Stasiun Balapan-Masjid Raya Sheikh Zayed-Pura Mangkunegaran nanti bertahap,” kata putra sulung Presiden Jokowi ini.

Menurut Gibran, pembuatan koridor terintegrasi antara Stasiun Balapan-Masjid Raya Sheikh Zayed-Pura Mangkunegaran penganggarannya melalui APBD Solo.

“Tahun ini Jalan Ahmad Yani dulu. Tahun depan dari Stasiun Balapan ke Pura Mangkunegaran, Stasiun ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Alon-alon (pelan-pelan)  bertahap semua,” kata Gibran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad menyebut pembangunan terowongan pedestrian khusus pejalan kaki masih menunggu pembongkaran rel lama dan dipindahkan ke elevated rail. Pihaknya menginformasikan pengerjaan terowongan pedestrian ini akan selesai sebelum akhir tahun 2023.

“Pembangunan fasilitas pejalan kaki masih nunggu rel eksisting dipindahkan di elevated rail. Terowongan pedesteriannya belum jadi harus nunggu rel eksistingnya itu nanti rel layang lama dibongkar setelah dibongkar rel baru rel layang itu yang terowongan pedestriannya itu baru diteruskan. Belum tahu kapan selesainya ya sebelum akhir tahun dari Dirjen Perkeretaapian,” jelas Taufiq.