SOLO, MettaNEWS – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan pesan saat memberi amanat pada Milad ke-65 tahun Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (24/10/2023) di Edutorium Ahmad Dahlan UMS.
Memulai amanatnya, Haedar mengatakan segala capaian UMS hingga saat ini merupakan berkah dari Allah SWT. Juga hasil dari kerja keras seluruh civitas akademika.
“Prestasi yang dicapai UMS juga bukti nyata dari pemikiran, dan amal kebajikan dari Muhammadiyah. Jadikan Milad ini sebagai muhasabah kita, sekaligus juga proyeksi kita di seluruh PTMA, atas apa yang sudah kita raih selama ini,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya usia UMS, Haedar berharap semakin menjadikan matang dan dewasa. Tidak lupa Haedar juga menyebut para pendahulu yang ikut berjuang mengembangkan dan memajukan UMS.
“Eksistensi UMS sampai sejauh ini merupakan bukti komitmen Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan Indonesia. Juga sebagai bukti keteguhan Muhammadiyah serta kader-kadernya dalam menghadapi tantangan, ujian, dan dinamika yang begitu rupa. Saya pikir kita bisa mengambil ruh para pendahulu Muhammadiyah yakni KH. Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Dahlan dan tokoh-tokoh Muhammadiyah dari pusat sampai ranting,” paparnya.
Guru Besar Bidang Sosiologi ini mengungkapkan, tokoh Muhammadiyah sudah berencana mendirikan perguruan tinggi sejak 1920. Kini, melihat kemegahan UMS dan PTMA lain tentu tidak pernah terbayang sebelumnya Muhammadiyah bisa berbuat sedemikian maju dalam dunia pendidikan.
“Kepada penggerak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) supaya membaca, merujuk, dan memahami dokumen-dokumen putusan Muhammadiyah. Dokumen tersebut sebagai bekal wawasan dan peneguhan jati diri gerakan Persyarikatan Muhammadiyah,” tukasnya.
Sementara itu, Rektor UMS, Prof. Sofyan Anif pada Milad ke-65 tahun ini menambahkan bahwa UMS periode ini menerima mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Lebih-lebih mahasiswa yang berasal dari kawasan Afrika. Langkah ini adalah titik untuk menjalankan internasionalisasi Muhammadiyah.
Selain itu, UMS saat ini juga terus memperbaiki akreditasi layanan pendidikan. Bahkan terdapat enam prodi yang telah mendapat akreditasi secara internasional.
“Kami targetkan pada 2025 kami menargetkan sebanyak 25 prodi yang terakreditasi internasional,” ungkap Sofyan Anif.
Saat ini UMS juga terus memperbanyak program kerja sama internasional, baik skema kerja sama untuk mahasiswa maupun secara institusi.
“Upaya kerja sama internasional, merupakan upaya taktis supaya perguruan tinggi Indonesia bisa bertengger di panggung internasional,” pungkas Rektor.








