Penjual Oleh-oleh Haji Di Solo Mendulang Untung, Sajadah Rp 1,2 Juta pun Terjual Ratusan Kodi

oleh
Oleh-oleh haji
Ali Joban menunjukkan oleh-oleh haji berupa sajadah seharga Rp 1,2 juta di Pasar Kliown Solo, Selsa (23/5/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Perlengkapan haji dan oleh-oleh seperti sajadah dan kopiah banyak diburu jemaah haji dari berbagai daerah. Pemilik toko perlengkapan haji dan oleh-oleh di Pasar Kliwon Solo, Ali Joban mengaku penjualan sajadah meningkat hingga 20 persen.

Rata-rata pembeli berasal warga luar daerah seperti Boyolali, Klaten Ngawi Madiun Semarang hingga Salatiga.

“Mulai ramai itu pas manasik terus mereka survei ke sini yang paling dicari sajadah, kurang lebih 20 persen. Untuk harga masih stabil sebelum pandemi sampai sekarang Rp 400 ribu sampai Rp 1.2 juta,” ujar Ali kepada MettaNEWS, Selasa (23/5/2023).

Penjualan sajadah termurah Rp 400 ribu bahkan sudah terjual hingga 400 kodi dalam sebulan terakhir. Sedangkan sajadah yang paling mahal telah terjual 150 kodi.

Sama halnya dengan sajadah, kopiah juga banyak dicari jemaah haji untuk oleh-oleh. Sedikitnya sudah 150 kodi kopiah yang terjual.

“Penjualannya meningkat, kopiah 30 persen. Harganya stabil terjangkau Rp 110.000 satu kodi. Ada yang Rp 7.000 sampai Rp 10.000 per picsnya,” ujarnya.

Pernak-pernik seperti gelas zam-zam juga banyak yang membelinya untuk oleh-oleh. Sebanyak 100 lusin gelas zam-zam pun telah terjual.

“Harganya per lusin lokal Rp 30.000 biasanya polos bening. Kalau yang keluaran Arab Saudi ada tulisan Arab warnanya juga kuning. Teko belum begitu banyak Cuma ya ada harganya Rp 100.000,” bebernya.

Sementara air zamzam yang kerap diburu masyarakat saat musim ibadah haji dibanderol Rp 600.000 per lima liter atau Rp 125.000 per liter juga banyak diserbu pembeli.

Penjualan Meningkat di Pekan Kedua

Berbanding terbalik dengan pernak-pernik, penjualan makanan justru rendah. Sebab kebanyakan para jemaah baru memasan saat mereka pulang haji.

Kendati begitu ia memperkirakan penjualannya akan meingkat pada minggu kedua keberangkatan haji. Terlebih Ali mengklaim harga kurma di tempatnya lebih murah ketimbang di negara asalnya.

“Harganya murah di sini dari pada di Madinah Arab. Untuk kurma nabi di sana harganya sampai Rp 60 rial per kilogram, 60 kali Rp 4.156 jadi Rp 249.360. Di sini hanya Rp 180.000 selisihnya banyak Rp 60.000-an,” jelasnya.

“Kenapa murah karena sekarang banyak yang sudah masuk ke sini container. Kalau dulu ditahan Pemerintah Arab Saudi untuk dijual di Arab Saudi. Sekarang sudah bisa karena dulu kan pandemi banyak mengalami kerugian. Jadi harga di sini lebih murah di sana lebih mahal,” beber dia.

Dibanding sebelum pandemi Covid-19, penjualan oleh-oleh haji justru meningkat tahun ini. Sebab Pemerintah Indonesia telah menambah kuota haji yabg otomatis yang berangkat haji dari berbagai daerah juga tinggi.

“Ya tinggi sekarang, jumlah volume banyak juga harganya stabil jadi daya belinya meningkat. Kesadaraan Jemaah juga untuk tidak beli oleh-oleh di sana karena mahal. Saya dapat informasi banyak pusat oleh-oleh di sana direnovasi,” jelasnya.